Forum Komite dan Kepsek di Blitar, MAPI Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

Blitar | Kpksigap.com
Upaya mencegah praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah terus digalakkan. Ketua Masyarakat Anti Pungutan Liar Indonesia (MAPI) Regional III Jawa Timur, Sutrisno, S.H., turun langsung memberikan edukasi kepada para kepala sekolah dan komite sekolah di wilayah Blitar Raya.

Dalam forum koordinasi yang digelar di gedung multimedia SMAN 1 Blitar, Kamis (7/8/2025), Sutrisno menegaskan pentingnya keterbukaan dalam penggalangan dana pendidikan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Penggalangan dana boleh saja, asalkan tidak ada unsur paksaan, tidak mencantumkan nominal tertentu, dan harus ada kesepakatan antara komite, sekolah, dan wali murid,” ujar Sutrisno.

Menurutnya, sumbangan yang dikumpulkan dari orang tua siswa sebaiknya diarahkan untuk peningkatan mutu pendidikan, seperti pembangunan fasilitas, kegiatan siswa, atau pengembangan sarana prasarana sekolah. Namun, penggunaannya harus dilaporkan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau transparan, masyarakat juga akan percaya. Jangan sampai muncul kecurigaan sekolah mengambil untung dari sumbangan. Ini yang bisa menjerat ke ranah hukum,” imbuhnya.

Forum ini diikuti seluruh kepala sekolah dan ketua komite dari 20 SMA dan SMK negeri se-Blitar Raya. Hadir pula perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, organisasi mitra sekolah seperti LIRA Blitar, Garda SMA/SMK Blitar, serta sejumlah awak media.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga mengajak sekolah untuk aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar, terutama wali murid, guna membangun pemahaman bersama soal kebijakan sekolah.

“Kalau ada program penggalangan dana, komunikasikan dari awal. Jangan tiba-tiba muncul tagihan. Ini yang sering jadi pemicu masalah,” katanya.

Edukasi ini merupakan bagian dari upaya preventif agar sekolah tidak terjebak dalam praktik pungli yang bisa berdampak hukum. MAPI Regional III berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam menjalankan tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Redaksi | Pramono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *