Kemarin, senyum kalian masih terukir di wajah anak-anak Papua. Hari ini, darah kalian telah menjadi saksi bisu kekejaman yang tak termaafkan.
Oh, guru-guru NTT yang mulia, yang telah meninggalkan jejak cinta dan ilmu di tanah Papua.
Kini, kalian telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, meninggalkan anak anak didik, meninggalkan keluarga, gugur sebagai pahlawan tanpa tanah jasa di negeri di mana bukan kamu dilahirkan. Kamu pergi dengan meninggalkan sejumlah duka dan kesedihan yang tak terhingga ulah dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
Keluarga, anak didik dan bangsa ini akan terus mengenang kalian, dengan doa dan harapan bahwa kalian telah berada di tempat yang lebih baik.
Semoga keadilan akan segera terwujud, dan darah kalian tidak akan sia-sia.
Selamat jalan, para guru-guru yang tercinta.
Kami akan terus mengenang kalian dengan cinta dan rasa hormat yang tak terhingga.
Kutukan terhadap tindakan kejam pada pihak TPNPB – OPM atas tindakan yang kejam, begis dan biadab atas terbunuhnya 6 orang pendidik guru asal NTT di Yahukino Papua.
Kutukan terberat bagi kalian, TPNPB- OPM yang telah melakukan tindakan tidak manusiawi dengan kejam mencabut nyawa 6 orang guru yang tidak bersalah dan berdosa..
Kalian telah membunuh harapan dan masa depan anak anak Papua yang telah dipercayakan kepada para korban untuk dididik.
Kalian telah mencabik cabik hati keluarga para korban, meninggalkan duka bagi para anak didik, melukai hati dan rasa masyarakat NTT dan seluruh masyarakat NKRI.
Kamu TPNPB – OPM tanpa rasa kemanusian telah mencabut nyawa nyawa para pendidik yang tidak berdosa dan berposisi lemah sebagai korban kekejaman dari sebuah konflik.
Semoga perbuatan ang telah kalian lakukan diberi hukum yang setimpal untuk merasakan bagaimana sakitnya ketika dibunuh dengan kejam dan sadis.
Kekejaman, kesadisan, kelaliman yang telah kalian tarokan terhadap para pejuang masa depan anak anak Papua akan selalu menghatui perasaan dan ketenangan batin kalian sepanjang hidup.
Semoga kalian para TPNPB- OPM cepat sadar dalam mengambil langkah yang tepat tanpa membunuh kaum pendidik, kaum lemah yang tidak tahu menahu tentang politik dan konflik.
Dengan satria kalian para pembunuh harus dengan iklas meminta maaf pada jiwa jiwa para korban, minta maaf pada keluarga para korban, minta maaf pada anak anak didik Papua yang telah kehilangan para pendidik .
Minta maaf kepada keluarga besar masyarakat NTT dan masyarakat NKRI.
Para kaum TPNPB bersama para pendukung Semoga bisa berubah menjadi manusia yang baik, yang menjunjung tinggi dan menghargai Hak Asasi Manusia dan hak kehidupan orang lain.***
OGAN ILIR, kpksigap.com Team Rajawali Polsek Tanjung Raja kembali meringkus satu lagi perampok sadis di Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir yang melukai sopir pick up […]
Nelayan jadi korban Persekongkolan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU 64.78809 Teluk Batang Kayong utara kpksigap.com- Kuat dugaan terjadi praktik kotor persekongkolan dalam pendistribusian BBM bersubsidi […]
KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI Banyuwangi – Polresta Banyuwangi bersama Kementerian Haji dan Umroh serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dugaan […]