KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI
Beberapa skenario mulai disiapkan ASDP Ketapang Banyuwangi untuk mencegah terjadinya kemacetan di dalam pelabuhan akibat lonjakan penumpang yang terjadi pada musim mudik Lebaran tahun ini, Salah satunya dengan mendatangkan dua kapal perbantuan ke Pelabuhan Ketapang yang akan dioperasikan selama posko mudik berlangsung.
GM PT ASDP Ketapang Yani Andriyanto mengatakan, pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 26 dan 27 Maret, Beberapa skema disiapkan untuk bisa mengurai kendaraan dengan cepat. Yang pertama dengan melakukan penambahan trip kapal.
”Jika biasanya dalam sehari ada 28 kapal yang beroperasi, pada saat musim mudik nanti angkanya bisa ditambah menjadi 30 kapal per hari,” jelasnya.
Tak hanya menambah trip, Yani menyebut, ada dua kapal besar yang didatangkan ASDP dari lintasan Padang Bai–Lembar, yaitu KMP Munich I dan KMP Parama Kalyani.
Dua kapal itu akan beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mengurai kepadatan selama arus mudik Lebaran, ”Yang satu kapal Munich I sudah datang, selanjutnya kami operasikan di dermaga MB 4,” imbuhnya.
Kemudian dari sisi kantong parkir, ASDP juga tengah melakukan perluasan pengaspalan di wilayah dermaga Bulusan, Lokasi yang selama ini menjadi zona penyangga (buffer zone) untuk menampung truk-truk besar yang akan masuk pelabuhan itu diperluas, ”Diperluas agar bisa menampung lebih banyak kendaraan. Nanti sebelum masuk pelabuhan, kami arahkan ke sana dulu,” tegasnya.
Dari sisi Gilimanuk, ASDP juga tengah menyiapkan area tambahan yang secara kondisional bisa digunakan sebagai kantong parkir, Lokasinya berada di dekat terminal kargo yang sebelumnya digunakan sebagai gudang milik perusahaan motor.
”Kami siapkan area selain Jembatan Timbang di Cekik dan terminal Kargo. Ada di gudang Suzuki dan Yamaha di Bali cukup luas tempatnya. Terminal kargo saja bisa menampung 900 kendaraan,” imbuhnya.
Sementara itu, penambahan dua kapal besar dipastikan akan memengaruhi time table atau jadwal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, Sebab kedua kapal tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk bongkar dan muat kendaraan.
”Pasti memengaruhi time table, apalagi kapal sudah masuk dermaga. Dua kapal itu nanti akan beroperasi di dermaga MB 4,” imbuh Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi Nurjatim.
Selain dua kapal perbantuan, Nurjatim juga mengatakan ada empat kapal yang disiagakan di dermaga Bulusan, Empat kapal dimaksud adalah KMP Agung Samudra IX, KMP Agung Samudra XVIII, KMP Samudra Utama, dan KMP Samudra Perkasa I.
”Empat kapal ini sebelumnya beroperasi di LCM. Kapal-kapal ini juga disiapkan untuk melayani kendaraan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan penumpang. Empat kapal ini dioperasikan di dermaga Bulusan,” pungkasnya.ungkap:(Kurnia/Tim Media Investigasi Kpk Sigap)




