Kota Bekasi, kpksigap.com,-
Yoga membeli handphone rusak dengan harga Rp 80.000 dan diserahkan kepada seorang teknisi, yang diidentifikasi dengan inisial “Y”, untuk diperbaiki.
Namun, setelah beberapa waktu berlalu tanpa ada kabar atau perbaikan yang selesai, Yoga merasa ditipu. Dia berusaha menghubungi “Y”, tetapi tidak mendapat respons.
Setelah menunggu lama dan merasa diabaikan, Yoga meminta uangnya dikembalikan. Namun, usaha Yoga untuk mendapatkan jawaban atau solusi dari “Y” selalu gagal, baik melalui telepon maupun aplikasi WhatsApp.senin, 13/01/2025
Kios servis tempat “Y” bekerja pun sering tutup, menambah kesan bahwa jasa servis ini tidak profesional dan tidak dapat diandalkan.
Yoga berharap jika handphone tidak bisa diperbaiki, setidaknya uang yang telah dibayarkan bisa dikembalikan,
tetapi situasi ini semakin membuatnya frustrasi karena tidak ada komunikasi yang jelas dan usaha untuk menyelesaikan masalah.
Penulis wartawan kota Bekasi
(KPKsigap – RED – Tasum hs)



