Kelas XI Program Keahlian Tata Busana, SMK Santo Thomas Maumere, Menampilkan Hasil Gaun Wanita Dengan Pilihan Kombinasi Warna Yang Menarik Di Akhir Semester Ganjil

Maumere, kpksigap.com,-

Kelas XI Program Keahlian Tata Busana, SMK Santo Thomas Maumere, asuhan Ibu Anyela Trislianti Keron, S.Pd, disapa Ibu Tris, mampu membimbing Peserta Didik dalam asuhannya menampilkan Hasil Gaun Wanita dengan pilihan kombinasi warna yang menarik di akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2024-2025

Sebagai guru produktif Program Keahlian Tata Busana di SMK Santo Thomas Maumere yang sudah berpengalaman mendampingi peserta didik dari Kelas X, mempunyai suka dan duka.

Ketika peserta didik mempunyai komitmen pilihan jurusan Tata Busana dan mempunyai sikap disiplin belajar, maka dengan mudah mereka dapat mengikuti tahap – tahap pembelajaran yang diberikan antara lain peserta didik harus mampu mendesain melalui sistem aplikasi. Selanjutnya peserta didik, mampu menggambar pola. Dan terakhir peserta didik dapat menjahit dengan menggunakan mesin jahit manual maupun mesin jahit elektrik.

Menurut Ibu Tris dengan menerapkan disiplin mengikuti teori dan praktek maka peserta didik  mampu menyelesaikan tugas – tugas yang diberikan.

Jika peserta didik dalam proses pembelajaran, tatap muka, banyak yang absen karena sakit, ijin, alpa, maka peserta didik tersebut menjadi kendala, beban bagi kami karena kita harus membimbing dari awal. Ungkap, Ibu Tris dalam pengalaman yang dihadapi.

Bagi Ibu Tris, Kelas yang didampingi saat ini rata – rata baik. Dan mereka disiplin, sehingga mampu menghasilkan gaun wanita yang mereka kerjakan sendiri dan sangat memuaskan.

Program keahlian Tata Busana adalah program studi yang mempelajari teknik mendesain dan membuat busana. Program ini juga dikenal dengan nama Desain Fesyen (Fashion Design).
Kompetensi keahlian yang diajarkan dalam program Tata Busana meliputi:
Desain busana, Pembuatan hiasan busana, Pembuatan busana custom made, Pembuatan busana industri, Pembuatan pola, Pengembangan produk kreatif.

Tujuan Program Tata Busana adalah mencetak tenaga profesional di bidang busana yang berbasis teknologi.

Lulusan program ini dapat bekerja di berbagai bidang, seperti: Penjahit, Tukang potong, Pembuat pola, Penghias busana, Pembuat pelengkap busana, Desainer tekstil, Fashion stylist, Fashion illustrator, Konsultan fashion, Jurnalis fashion.

Peserta didik atas nama Patrisia Ratna Mashayu dipanggil Ayu, asal Kloangpopot, setelah dari SMP memilih Program Studi tata Busana karena cita – citanya seorang desainer yang sukses dsn mau membanggakan kedua orang tuaku. Apabila saya tamat nanti, saya juga dapat membuka usaha sendiri dan membantu kedua orang tua serta adik kakak saya.

Maria Krismianti, disapa Yanti, asal Halehebing, ketika ditanya wartawan Kpk-Sigap, apa cita – cita setelah selesai dari pendidikan ini? Yanti mempunyai harapan ingin menjadi seorang desainer yang terampil. Juga memiliki cita – cita dapat berwira usaha dengan membuka usaha jahitan di wilayah Kota Maumere. Alasan memiliki lokasi di kota karena orang – orang di kota mempunyai potensi kebutuhan akan busana sangat penting dan rutin. Maka memilih tempat usaha di kota sangat bagus.

Kepala SMK Santo Thomas Maumere, Agustino Lameng, SH ketika dihubungi Wartawan KPK.SIGAP, mengatakan bahwa Program Keahlian Tata Busana adalah salah satu program unggulan di SMK Santo Thomas. Hal ini dilihat lonjatan peminatan siswa  ketika penerimaan siswa baru di tahun ajaran baru, jumlah siswa selalu meningkat.

Pilihan Program Keahlian Tata Busana yang diminati siswa karena memberi  peluang kepada siswa setelah tamat mereka dapat mandiri dengan membuka usaha jahitan di mana mereka berada.

Menurut Pa Ino, Program Keahlian Tata Busana perlu disiapkan fasilitas – fasiltas pendukung sesuai dengan perkembangan saat ini. Dan sekolah harus siap melakukan pengadaan fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

Ketika peserta didik menjalankan Praktek Kerja Lapangan (PKL), sekolah mempunyai MoU dengan DUDI ( Dunia Usaha dan Dunia Industri ) di Bali dan di Surabaya, sehingga peserta didik sudah mampu menguasai jenis – jenis mesin yang baru. Tandas, Pa Ino kepada KPK.SIGAP.

Harapan Pa Ino, bahwa setelah mereka tamat, pemerintah dapat menyalurkan bantuan modal kepada mereka untuk dapat membeli mesin jahit, mesin obral dan alat kebutuhan lainnya sehingga mereka mampu menjalani usaha di bidang ini secara mandiri.

(KPKsigap – RED – Sikka, Stefanus Keban )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *