
Pekanbaru (Riau) kpksigap.com –
Malang sungguh nasib SBY Alias si Buyung, sudah tanah diduga tak diganti rugi, diduga pula terkontaminasi limbah eks PT Chevron.
Jauh sebelumnya, ikhtiar dan niat baik SBY (Buyung Nahar) untuk membela haknya, justru berbuah pahit. Ia harus mendekam dibalik jeruji dengan sebuah tuduhan.
“Inilah yang namanya perjuangan. Saya ikhlas menjalani masa lalu saya yang getir, saya berharap pertolongan Allah S.W.T,” Mudah mudahan saya di perjumpakan dengan hamba Allah yang membantu hak hak saya, ” ucap SBY sambil menyeka air mata, Jum’at 6/12/24.
Dalam kesempatan itu, tim SBY Panglimo Khairul, SH langsung menghubungi pakar lingkungan Dr Elviriadi di Pekanbaru.
“Alhamdulillah, begitu dikontak, Pak Prof Elviriadi langsung turun. Kami dengan kawan kawan di Duri memanggil beliau “Prof”, sebab kiprah beliau, jam terbang membela masyarakat lemah, ilmu yang mumpuni, serta seorang Ustadz yang ceramahnya menyejukkan jamaah masjid di Duri, “ungkap Panglimo Khairul.
Dr Elv: Dihubungi terpisah pakar lingkungan Dr Elviriadi mengaku siap membersamai SBY.”InsyaAllah, saya tengok pak SBY ini orang lama di Duri. Ada kesalahan bayar saya dengar. Tanah Pak Buyung di Desa Harapan Baru Kecanatan Mandau. Yang dibayar Desa Bumbung Kecamatan Batin Solapan. Jadi lokus delicto nya keliru, ” ujar akademisi yang kerap saksi ahli pengadilan.
Elviriadi juga ingin membantu penyelesaian TTM (Tanah Terkontaminasi Minyak) yang diduga juga dialami Buyung Nahar.
“Kalau TTM itu valid, saya ke jakarta ketemu SKK Migas dan Menteri BUMN. Jika diperlukan, saya akan ke Istana Presiden Menghadap Prabowo Subianto, ” pungkas peneliti gambut yang ikhlas gundul permanen demi hutan Mandau.


