KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi kembali mengintai keselamatan para nelayan di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Pada Senin (20/7/2026), insiden kecelakaan laut kembali terjadi setelah satu unit kapal nelayan lambung Sumber Rejeki Jaya dilaporkan kandas di area bibir pantai usai dihantam ombak besar.
Hantaman gelombang yang datang secara mendadak membuat perahu tersebut tak sanggup bertahan hingga akhirnya terseret dan terdampar di pesisir. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Strategi ‘Lego Jangkar’ Nelayan Menyikapi Laut Selatan
Guna meminimalisasi risiko kerusakan akibat hempasan ombak tepi pantai, sejumlah nelayan memilih untuk menambatkan perahu mereka agak jauh ke tengah perairan dengan menggunakan jangkar ganda. Langkah antisipasi ini diambil ketimbang menyandarkan perahu secara langsung di dermaga atau pinggir pantai.
Metode pengamanan ini sudah menjadi adaptasi turun-temurun bagi komunitas nelayan lokal Grajagan saat menghadapi tingginya gelombang Laut Selatan. Khususnya untuk armada kapal berukuran kecil atau yang biasa disapa katiran, menyandarkan perahu di tepi pantai saat gelombang tinggi memiliki risiko destruktif yang sangat besar.
Imbauan Kewaspadaan di Titik Rawan
Salah seorang warga lokal Grajagan, Yono, mengonfirmasi bahwa kondisi perairan pada hari ini memang menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang yang cukup signifikan dan membahayakan keselamatan pelayaran skala kecil.
“Ombak laut hari ini memang cukup besar. Itu ada satu perahu yang kandas ke pantai,” kata Yono saat memberikan keterangan di lokasi, Senin (20/7/2026).
Ia mengimbau rekan-rekan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, baik saat hendak berangkat melaut maupun ketika berniat kembali mendarat. Rasa waspada dinilai menjadi kunci utama mengingat dinamika cuaca yang masih fluktuatif.
“Hari ini gelombang Laut Selatan cukup besar. Apalagi tadi malam juga terjadi laka laut di Pelawangan Grajagan. Nelayan harus lebih waspada demi keselamatan,” lanjutnya.
Area Pelawangan Grajagan—jalur perlintasan utama perahu nelayan menuju Samudra Hindia—memang dikenal memiliki karakter arus bawah dan gelombang yang sulit diprediksi. Titik ini kerap menjadi zona krusial yang diwaspadai karena berpotensi besar membuat kapal kehilangan kendali, kandas, hingga terbalik.
Potensi Wisata di Tengah Tantangan Alam
Pantai Grajagan yang berlokasi di Dusun Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo ini memiliki peran ganda. Selain sebagai sentra kegiatan ekonomi nelayan tradisional, kawasan ini juga merupakan salah satu destinasi wisata pesisir unggulan di Banyuwangi.
Kendati menyajikan pesona panorama alam yang indah, kawasan perairan ini menyandarkan tantangan keselamatan yang nyata bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencahariaannya dari hasil laut. Sumber berita: (Red Jaskurnia)




