‎Tragedi KM Barcelona V.A: Gubernur YSK Sambut Korban di Pelabuhan Manado, Tiga Nyawa Gugur, Sulut Berduka


‎MANADO — kpksigap.com, Senin, 21 Juli 2025.
‎Tangis pecah di Pelabuhan Manado sore ini, Senin (21/7), ketika Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), tiba langsung menyambut ratusan korban selamat tragedi kebakaran KM Barcelona V.A. Kapal penumpang rute Talaud-Manado ini dilalap api hebat saat melintas di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, sekitar pukul 12.00 WITA.

‎Tragedi ini mengguncang Sulawesi Utara. Sebanyak 280 penumpang berhasil dievakuasi hidup-hidup, namun tiga korban jiwa meninggalkan luka mendalam bagi seluruh rakyat Sulut. Salah satunya adalah seorang ibu hamil yang sempat dievakuasi dalam kondisi kritis. Dua korban lainnya adalah Asna Lapae (50) dan seorang pria bernama Zakaria.

‎Detik-Detik Kepanikan: Penumpang Lompat ke Laut, Anak-Anak dan Lansia Berteriak Minta Tolong

‎Kapal naas itu sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, menuju Manado. Saat sebagian penumpang sedang makan siang, api tiba-tiba muncul dari salah satu kamar penumpang. Asap hitam pekat membubung tinggi, memicu kepanikan massal. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan penumpang—termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia—berlarian mencari jalan keluar sambil berteriak meminta pertolongan.

‎Dalam kondisi panik, ratusan penumpang terjun ke laut mengenakan pelampung. Mereka diselamatkan oleh nelayan lokal dari Pulau Talise dan Gangga, yang dengan sigap menggunakan perahu tradisional menyambut korban yang berenang ke darat. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan Bakamla, turut bergerak cepat dengan mengerahkan sedikitnya enam armada penyelamat, termasuk KRI Pari dan KAL Tedung Selar.

‎YSK: “Ini Luka Kita Bersama. Kami Akan Pastikan Semua Korban Terlindungi.”

‎Gubernur YSK turun langsung ke Pelabuhan Manado menyambut para korban yang dipindahkan dari Pulau Gangga II. Ratusan keluarga korban telah menanti dengan cemas sejak siang. Dalam pernyataan resminya, Gubernur YSK menyampaikan duka mendalam atas musibah ini.

‎“Ini tragedi yang menyayat hati. Kami akan memastikan semua korban mendapatkan perawatan medis, dukungan psikologis, dan kebutuhan dasar lainnya. Ini luka kita bersama, dan pemerintah hadir di tengah rakyat,” tegas YSK.

‎Gubernur juga memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap korban selamat, serta mendampingi proses pemulihan trauma.

‎Kolaborasi Hebat: Dari Nelayan hingga Armada Militer, Semua Bergerak

‎Menurut Danlantamal VIII Manado, Laksma TNI May Franky Pasuna Sihombing, 280 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, Pangkoarmada RI, Laksdya TNI Denih Hendrata, memimpin langsung koordinasi evakuasi dari Jakarta.

‎Warga dan nelayan lokal di sekitar Pulau Gangga juga menunjukkan aksi heroik. Mereka bukan hanya menyelamatkan penumpang, tapi juga mendata nama-nama korban selamat dan mengirimkannya kepada keluarga di Manado. Perahu-perahu milik dive resort pun turut serta menjemput para korban di tengah laut.

‎Evaluasi Sistem Transportasi Laut: “Laut Adalah Nadi Hidup Kita, Jangan Sampai Menyimpan Duka Lagi.”

‎Meski seluruh penumpang telah dievakuasi, tim SAR masih menyisir sisa-sisa kapal untuk memastikan tidak ada korban tertinggal. Kapal tampak hangus di beberapa bagian dan masih mengeluarkan asap.

‎Gubernur YSK menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum perbaikan total sistem transportasi laut Sulawesi Utara.

‎“Kami akan bekerja sama dengan otoritas pelayaran untuk mengusut penyebab kebakaran ini. Kami tidak ingin tragedi ini terulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas tertinggi.”

‎Tiga Peti Jenazah, Seribu Doa

‎Malam ini, tiga peti jenazah disemayamkan di Pelabuhan Manado dengan penghormatan terakhir. Nama-nama seperti Asna Lapae, Zakaria, dan sang ibu hamil yang belum semmenggendong anaknya, menjadi simbol kehilangan mendalam bagi Sulut.

‎Di balik kepulan asap dari KM Barcelona V.A, kini tersisa nyala harapan: agar lautan yang selama ini jadi penghubung hidup, tidak lagi menjadi sumber duka.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *