Tradisi Togale Kembali Dilestarikan, Warga Desa Wayakuba Sambut Idul Adha.

 

Wayakuba KPK sigap

Masyarakat Desa Wayakuba – Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) , Propinsi Maluku Utara (Malut) , kembali melestarikan tradisi budaya togale dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 HijriahTahun 2026.Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat yang terus dijaga secara turun- temurun oleh warga setempat.

Pelaksanaan tradisi togale dilakukan bersama dengan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk kebersamaan, rasa syukur, dan mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat desa. Selain saat Idul Adha, tradisi togale juga rutin dilaksanakan Hari Raya Idul Fitri, sehingga dalam satu tahun tradisi ini digelar sebanyak dua kali.

Warga desa Wayakuba menilai tradisi togale bukan hanya sekedar kegiatan budaya, tapi juga menjadi simbol persatuan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga adat istiadat leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Tokoh masyarakat setempat, berharap generasi muda tetap melestarikan dan menjaga budaya togale agar tetap dikenal oleh masyarakat luas, khususnya di kabupaten Halmahera selatan. Tradisi tersebut juga dianggap sebagai bagian dari indetitas budaya masyarakat Wayakuba yang miliki nilai sosial dan religius yang kuat.

Perayaan Idul Adha sendiri diberbagai daerah Indonesia memang sering dipadukan dengan tradisi budaya lokal yang diwariskan turun – temurun sebagai bentuk pelestarian adat dan kebersamaan masyarakat.

Reporter Zainudin J Kobu – Kobu.

Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *