Sorong – Praktik judi toto gelap (togel) kembali marak di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Seorang bandar besar bernama Hartono diduga menjalankan bisnis haram ini dengan bantuan kaki tangannya, Agus dan Afrizal. Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera bertindak tegas. Jumat, (07/02/2024).
Menurut informasi yang dihimpun, Hartono bukanlah nama baru di dunia perjudian togel di Papua Barat Daya. Ia disebut mengendalikan jaringan togel di berbagai kabupaten dengan banyak pengecer di sejumlah lapak. Setelah sempat ditertibkan beberapa minggu lalu, kini bisnis ilegal tersebut kembali beroperasi dengan leluasa.
Ironisnya, pada momen sakral seperti Hari Pekabaran Injil, 5 Februari lalu, penjualan kupon togel tetap berlangsung tanpa ada penertiban dari pihak kepolisian. Padahal, praktik ini jelas melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian, yang ancaman hukumannya mencapai 10 tahun penjara atau denda hingga Rp25 juta.
Atensi Kapolri Diabaikan?
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan pemberantasan segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun online. Bahkan, Kepala Bareskrim Polri saat itu, Komjen Agus Adrianto, yang kini menjabat sebagai Wakapolri, menegaskan bahwa seluruh Polda wajib menindak tegas praktik perjudian.
Namun, di Kota Sorong, aturan ini tampaknya tidak berjalan efektif. Warga menduga ada keterlibatan oknum aparat yang melindungi bisnis ilegal ini, sehingga para bandar semakin berani dan merasa kebal hukum.
“Lemahnya penegakan hukum membuka peluang bagi para bandar untuk memperluas bisnis haram mereka,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Dampak Sosial dan Desakan Masyarakat
Seorang tokoh agama di Sorong mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak judi togel yang justru membuat masyarakat semakin miskin.
“Awalnya mungkin menang, tapi jika dihitung, lebih banyak yang kalah. Hanya pengusaha judi yang semakin kaya, sementara masyarakat semakin terpuruk,” ungkapnya.
Ia berharap kepolisian segera bertindak tegas menangkap Hartono dan jaringannya sebelum perjudian semakin merusak generasi muda.
“Jangan sampai Kota Sorong dicap sebagai darurat judi ilegal. Kami mendesak Polda Papua Barat Daya segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku,” tandasnya.
Masyarakat meyakini dengan fasilitas dan wewenang yang dimiliki, aparat kepolisian mampu meringkus para bandar togel, termasuk bos besarnya. Jika tidak ada tindakan hukum yang tegas, para pelaku akan terus beroperasi tanpa rasa takut, dan perjudian akan semakin sulit diberantas.
Minahasa-Tombariri, kpksigap.com, Sabtu, 25 Oktober 2025. Tim Gerakan Masyarakat Peduli Aset Rakyat (GEMPAR) yang dipimpin langsung oleh Ketua Djulham Usman, bersama para anggota Maimuna Maaku, […]
SULUT – kpksigap.com, Minggu, 07 Desember 2025. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin terletak pada kemampuannya untuk […]
Pekanbaru, kpksigap.com — Pada hari Sabtu, 03 Mei 2025, sekitar pukul 13.45 WIB, telah terjadi kecelakaan lalu lintas ringan di Jalan Tol wilayah hukum […]