Banjarmasin, 22 Februari 2025 – Depot Sari Patin, yang didirikan oleh Geman Yusuf pada tahun 2002, telah menjadi tempat makan legendaris yang tak hanya menyajikan masakan khas Banjar, tetapi juga menjadi destinasi kuliner yang sering dikunjungi oleh pejabat, artis, dan masyarakat umum.
Nama “Sari Patin” sendiri dipilih dengan pertimbangan filosofis, di mana “Sari” berarti inti, sementara “Patin” merujuk pada ikan yang menjadi andalan dalam menu mereka.
Pemilihan nama ini juga merupakan simbol keharmonisan dan keberkahan yang diharapkan dalam menjalankan bisnis kuliner ini.
Geman Yusuf, pemilik sekaligus pendiri Depot Sari Patin, menyebutkan bahwa nama “Sari Patin” adalah hasil pemikiran matang setelah melalui beberapa nama yang sempat dipertimbangkan.
“Nama ini punya makna yang dalam, bukan hanya sekadar nama, tetapi juga mengandung nilai keberuntungan dan berkah bagi usaha kami,” ujar Geman.
Menurutnya, angka 9 yang ada dalam “Sari Patin” dipilih karena dipercaya sebagai angka yang baik dalam ajaran Feng Shui dan dianggap membawa kesuksesan bagi bisnis yang dijalankan.
Depot Sari Patin, yang terletak di Jalan Brigjen H. Hasan Basri No. 53, Kayutangi, Banjarmasin, menawarkan aneka masakan khas Banjar yang terkenal dengan cita rasa gurih dan halal.
Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah ikan patin, baik dari tambak maupun sungai.
Selain patin, mereka juga menyajikan berbagai jenis ikan tawar lainnya, seperti pepuyu, haruan, nila, ikan mas, jelawat, lais, seluang, baung, bawal, dan udang galah.
Semua bahan baku ikan ini berasal dari sungai-sungai di Kalimantan, seperti Sungai Barito, Sungai Martapura, dan Sungai Mentaya, yang memberikan kesegaran dan cita rasa khas.
Masakan khas Banjar yang disajikan di Depot Sari Patin sangat digemari banyak orang.
“Masakan Banjar terkenal dengan kehalalan dan cita rasanya yang gurih. Banyak penggemar yang datang untuk menikmati hidangan yang lezat,” jelas Geman.
Depot ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga banyak dikunjungi oleh orang-orang penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo bahkan sempat mampir ke sini saat berkunjung ke Banjarmasin.
Tidak hanya Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang saat itu masih menjabat Ketua Umum Partai Golkar juga pernah singgah dan menikmati hidangan di Depot Sari Patin.
“Kalau artis dan menteri juga sering makan di sini, hanya saya kurang tahu nama-nama mereka,” tambah Geman dengan senyum.
Kedatangan orang-orang besar tersebut tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Depot Sari Patin.
Selain pejabat dan artis, Depot Sari Patin juga menjadi tempat makan favorit bagi masyarakat umum.
Salah seorang pelanggan setia, Nazwar, mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai ikan patin bakar yang diolah dengan bumbu khas.
“Dagingnya banyak dan tulangnya besar, jadi makan ikan di sini tidak sulit,” ungkapnya sambil tersenyum.
Keunggulan ikan patin bakar di Sari Patin terletak pada bumbu barbekunya yang diracik dengan cermat.
Proses pembakaran yang telaten juga memastikan ikan tidak gosong dan bumbunya meresap dengan sempurna.
Tak hanya itu, sambal yang ditawarkan di Depot Sari Patin juga menjadi salah satu daya tarik. Berbagai jenis sambal tersedia untuk menemani setiap hidangan ikan.
“Kami punya sambal terasi dengan berbagai campuran buah, seperti sambal mangga, sambal limau kuit, sambal belimbing, sambal jeruk, bahkan sambal Binjai dan sambal Gandaria,” kata Geman.
Bagi pengunjung yang tidak terlalu suka atau memiliki alergi terhadap terasi, mereka juga menyediakan sambal tanpa terasi yang tetap lezat dan menggugah selera.
Nazwar, pelanggan yang sering berkunjung, juga tak pernah melewatkan untuk memesan beberapa menu lainnya seperti ikan haruan bakar, ikan jelawat bakar, dan ikan seluang goreng.
“Ikan-ikan sungai seperti ini jarang ditemukan di tempat lain, jadi sangat istimewa bagi saya,” tambah Nazwar.
Untuk melengkapi santapan, sayur asam kepala patin, pepes patin sayur santan, serta lalapan segar menjadi pilihan yang sempurna.
Dengan suasana yang nyaman dan luas, Depot Sari Patin juga menawarkan pengalaman kuliner yang menyenangkan bagi para pengunjung.
Dinding restoran dipenuhi dengan foto-foto pejabat dan artis yang pernah berkunjung, menambah nuansa hangat dan penuh kenangan.
“Di sini, pengunjung bisa memilih untuk duduk dan membaca buku menu terlebih dahulu sebelum memesan, atau langsung bertanya pada pegawai yang siap membantu,” terang Geman.
Depot Sari Patin memang menjadi salah satu ikon kuliner di Banjarmasin yang tidak hanya sekadar menawarkan makanan lezat, tetapi juga menjaga dan melestarikan budaya kuliner Banjar.
Geman Yusuf berharap, dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, mereka bisa membantu memajukan ekonomi lokal, terutama bagi para nelayan yang mencari ikan tawar di Sungai Kalimantan.
Sebagai tempat makan yang tidak pernah sepi pengunjung, Depot Sari Patin telah berhasil menciptakan sebuah merek yang kuat dan dikenal luas.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari kuliner Banjar yang terus berkembang. Semoga Depot Sari Patin bisa terus melestarikan rasa asli masakan Banjar dan memberikan pengalaman kuliner yang menyenankan bagi semua,” tutup Geman Yusuf.
Alamat Depot Sari Patin: Jl. Brig Jend. Hasan Basri No.53, Sungai Miai, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123.
Editor: Mega



