Noemuti, TTU- kpksigap.com
Salah satu tradisi leluhur dari petani sawah Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) yang dilaksanakan secara turun temurun dengan mengantar Aen Hausufa ( Natura Padi) ke Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti.
Menurut tokoh masyarakat Desa Kiuola Willy Barkanis kepada wartawan kpksigap.com Jumat ( 31/01/2025) menjelaskan tradisi pengantaran Aen Hausufa ini terjadi karena dalam proses kerja sawah dilalui dengan beberapa ritual adat.
Pensiunan ASN ini menerangkan awal kerja sawah petani melakukan ritual adat kepada Leluhur dan Tuhan Allah dengan satu harapan bisa menuai hasil panen yang banyak.
“Pengantaran Aen Hausufa ini sebagai bentuk ucapan syukur untuk Tuhan dan leluhur atas hasil panen yang diperoleh selama setahun, ” ujar Willy biasa disapa.
Setelah panen kata Willy, sesuai kebiasaan setiap pemilik sawah mengumpulkan 1 kaleng atau blek padi. Padi tersebut tambahnya lagi dikumpulkan sesuai lokasi sawah dan disimpan di Lopo ( lumbung) ketua atau dalam bahasa Dawan disebut Kanu Nakaf.
Sampai saatnya urai Willy, Ketua Adat Suku Ni Koa akan komunikasi dengan Suku Ni Anin untuk penentuan waktu dikumpulkan.
Setelah mendapatkan kata sepakat untuk waktu pengantaran maka Suku Ni Koa mendapat tugas menginformasikan kepada semua Kanu Nakaf untuk dikumpulkan di Lopo Adat Suku Ni Anin. Selanjutnya baru diantar ke gereja Noemuti yang dalam istilah Adat disebut Nunhe Unan Lete Unan.
Proses pengantaran natura Padi ini ke gereja Paroki Noemuti dipimpin langsung oleh Suku Kosat Anin Kiuola, Ketua Suku Ni Anin pegang lilin. Sedangkan Suku Kosat memegang botol sopi dan tempat sirih.
“Peserta pengantaran Padi oleh perempuan dan laki- laki baik dengan cara memikul dan menjunjung. Dengan berjalan beriringan, tidak boleh saling mendahului dan beristirahat, “papar Willy.
Setibanya di pelataran gereja ada perwakilan yang membawa padi dan Ketua Suku Ni Anin masuk dan berdoa di Gua Maria. Selesai berdoa,bersama pembawa sopi dan tempat sirih bertemu dengan Pastor Paroki Noemuti.
Usai bertemu Pastor Paroki Noemuti semua pembawa padi masuk ke dalam Gereja untuk berdoa sekaligus mengucap syukur atas hasil yang diperoleh dan mendapat berkat dari Pastor Paroki Noemuti.
Pengantaran Aen Hausufa oleh petani sawah desa Kiuola tanggal 25 Januari 2025 lalu menurut Sekretaris Dewan Pastoral Paroki Noemuti Yosef Osi Bnani sudah dilaksanakan secara turun temurun dan tidak tahu persis sejak kapan tradisi ini dimulai.
“Tradisi ini hanya dilaksanakan oleh petani sawah desa Kiuola turun temurun sebagai bentuk ucapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan dan leluhur. Dan yang dipersembahkan itu Padi bibit atau unggul, “ujar Pengawas Dikdasmen Kabupaten TTU ini.
” Setelah pengantaran Aen Hausufa maka petani sawah di Kiuola mulai mengolah sawah untuk penanaman padi, ” pungkasnya.
(KPKsigap – RED – Yuven Fernandez




