KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI
Virus chikungunya merebak di Kecamatan Srono dan Cluring, Banyuwangi sejak awal Januari 2025 hingga Senin, 10/2/2025, puluhan warga telah melapor ke Puskesmas Kebaman, Kecamatan Srono.
Sedang penderita lain yang tidak lapor, diperkirakan jumlahnya lebih banyak, Tidak hanya di Kecamatan Cluring virus chikungunya juga menyerang warga yang ada di wilayah Kecamatan Cluring, Malahan di tempat ini, penyakit ini sudah menyebar sejak Desember 2024 lalu.
”Yang lapor ada 27 kasus,” ujar Plt Kepala Puskesmas Kebaman, Kecamatan Srono, Bambang, Bambang menduga banyak warga di wilayahnya yang terkena penyakit chikungunya.
Namun, sebagian besar dari mereka tidak melapor ke puskesmas, ”Yang tidak lapor jumlahnya juga banyak mereka menjalani perawatan mandiri di rumahnya,” katanya.
Dari 27 kasus yang lapor ke puskesmas itu imbuh Bambang, dari Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar sebanyak 9 kasus, Dusun/Desa Kebaman ada 10 kasus, dan dari Dusun Krajan, Desa Kebaman terdapat 8 orang yang terkena virus cikungunya, ”Semua dirawat di rumahnya masing-masing, sudah kami periksa,” ungkapnya.
Bambang menyebut, Puskesmas Kebaman terus melakukan sosialisasi dan fogging di area yang rawan tertular virus tersebut, ”Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran virus chikungunya,” tegasnya.
Selain terserang chikungunya, di wilayah Kecamatan Srono ini juga ada lima warga yang positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD), Yakni satu orang di Dusun Blangkon, Desa Kebaman dan dua orang di Dusun Krajan, Desa Kebaman, ”Dua orang lagi yang terkena DBD ini warga Dusun Srono, Desa Kebaman,” ungkapnya seraya menyebut dari keenam warga itu masih ada yang menjalani perawatan.
Virus chikungunya juga merajalela di wilayah Kecamatan Cluring, Penanggung Jawab Penyakit Menular Puskesmas Benculuk Kecamatan Cluring, Joko Supadi mengatakan, di daerahnya terdapat enam orang yang positif terjangkit virus chikungunya, ”Chikungunya mulai menyerang sejak Desember 2024, sekarang sudah mereda,” terangnya.
Dari enam warga yang positif terkena chikungunya itu, imbuh Joko, dua orang dari Dusun Rejomulyo, Desa Sarimulyo dan empat orang dari Dusun Krajan, Desa Tamanagung. ”Saat ini belum ada laporan lagi,” katanya.
Joko meminta kepada masyarakat untuk menjaga pola makan yang sehat dan tidur yang teratur, Terutama menjaga lingkungan supaya tetap bersih, ”Jangan tidur di bawah jam 10.00,” ujarnya.ungkap:(Kurnia/Tim Investigasi Kpk Sigap)




