*Pembelian 105.000 Pikap dari India menuai Protes dari Industri Otomotif dalam Negeri*
Kpksigap.com Kupang, 24/2/ 2026
Keputusan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor dalam bentuk utuh 105 ribu pikap dari 2 produsen otomotif India dengan total kontrak Rp 24,66 triliun, menyulut protes dari kalangan industri otomotif dalam negeri. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad lantas minta pemerintah menunda pembelian tersebut. Direktur Utama PT Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan akan mematuhi keputusan yang diambil pemerintah.
Namun, mobil sudah duluan datang. Joao bilang, sudah 200 unit berada di Indonesia, dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1.400 unit. Mobil sebanyak 105 ribu itu keperluan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Untuk sementara mobil yang sudah tiba disimpan di markas Kodim. Alasan pembelian mobil niaga berpenggerak 4×4 dari Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors itu, kata Joao, karena mendapat harga lebih murah 50%.
Menkeu Purbaya mengungkapkan, pembelian pikap tersebut menggunakan pinjaman dari bank-bank Himbara. Tugas Kemenkeu, kata dia, adalah mencicil pinjaman sebesar Rp 40 triliun per tahun selama 6 tahun. Ia memastikan kewajiban cicilan tersebut tak akan menambah risiko fiskal, karena sumber dananya diambil dari Dana Desa. Sebelumnya, Purbaya telah menerbitkan PMK No. 7/2026 yang mengatur 58,03% Dana Desa, sekitar Rp 34,57 triliun, digunakan untuk mendukung Kopdes Merah Putih.
Reporter Yohanes Tafaib



