Pelatihan Misdinar, Koster Dan Seksi Liturgi Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure Keuskupan Maumere Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )

Sikka, KPK-SIGAP.COM //
Ketua Seksi Liturgi Maria Floriana Mbembe, S.Ag disapa Ibu Flori dan anggota Imelda Kresensia Muke,.S.Pd, disapa  Ibu Mensi, Gerardus Paga, disapa Bapak Gerardus, memberikan pelatihan bagi para pelayan Misdinar, Koster dan seksi Liturgi di lima (5) Stasi dalam paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, yaitu Stasi Waturia, Stasi Patisomba, Stasi Pusat Nangahure, Stasi Wailiti, Stasi Urung Pigang dan diikuti para suster dari Ordo Sanctu Benediktin Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ).
Pelatihan dilaksanakan di Pusat Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, Senin, 7 April 2025 dengan jumlah 50 peserta utusan dari masing – masing stasi.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu program kerja yang termuat dalam dokumen program kerja Pastoral Paroki Nangahure tahun 2025.
Tujuan dari pelatihan latihan misdinar, koster, dan seksi liturgi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan liturgi di gereja.
Kepada kelompok misdinar, diharapkan dapat membantu umat menumbuhkan iman, membantu imam saat perayaan Ekaristi, menjadi panutan umat.
Bagi kelompok yang sudah terpilih menjadi koster dan seksi liturgi agar membantu umat beriman mengungkapkan misteri perayaan iman gereja serta meningkatkan pemahaman umat tentang arti dan makna perayaan sakramen. Dan kepada petugas ini juga dapat membantu penyelenggaraan perayaan liturgi sehingga semuanya berjalan dengan baik.
Pada.pelatihan ini, Bapak Gerardus Paga dan Ibu Flori menekankan “Spiritualitas Misdinar”, yaitu menjiwai pelayanan  dengan semangat yang digerakan melalui “roh”, “jiwa”, agar seorang misdinar yang menjadi pelayan misa dapat melaksanakan dengan kesediaan untuk melayani.
Dalam materi yang disampaikan oleh Bapak Gerardus Paga dan Ibu Flori, menyampaikan beberapa spiritualitas Misdinar yang menjadi pegangan bagi peserta pelatihan antara lain; 1). Menjalankan tugas dengan penuh cinta. Cinta akan membuat Misdinar menjalankan tugas pelayanan altar dengan penuh sukacita sekalipun tugas itu terasa berat dan membosankan. Menurut Bapa Gerardus, sikap penuh cinta dapat mengubah tugas yang berat itu akan menjadi ringan dan menyenangkan. 2). Melayani dengan rendah hati. Hal ini disampaikan karena posisi misdinar selalu berada pada area dekat panti imam. Oleh karena itu seorang misdinar memiliki sikap kerendahan hati dengan tidak memegshkan diri. 3). Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sikap tanggung jawab berarti menjalankan tugas yang dipercayakan dengan sebaik – baiknya. Sikap tanggung jawab juga hadir terlebih dahulu menyiapkan diri sebelum perayaan dimulai. 4). Melayani tanpa pamrih. Seorang misdinar harus ingat bahwa yang pertama – Tama dilayani ialah Tuhan. Karena itu, pelayanan harus dilakukan dengan tulus hati. 5). Relah berkorban. Yang dilayani Misdinar adalah Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia. Korban Kristus itu juga dirayakan dalam Ekaristi Kudus.
Pada kesempatan ini, bagi petugas Koster dan petugas seksi Liturgi, juga mempunyai peranan penting yaitu menyiapkan dan mengatur perlengkapan perayaan liturgi. Dan bagi petugas Koster bertanggung jawab atas kebersihan, kerapian areal di dalam gereja, sakristi, areal panti imam, areal luar gereja. Hal ini agar semua yang hadir dalam perayaan Ekaristi Kudus merasa nyaman, tidak terganggu apa pun ketika perayaan sedang berlangsung.
( KPK-SIGAP.COM, Sikka, Stefanus Keban)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *