Sangihe, kpksigap.com, Sabtu, 09 Agustus 2025.
Usia hanyalah angka bagi Djamaludin Bawoel, atau yang akrab disapa Om Udin. Di usia 62 tahun, petani mandiri asal Kampung Moade ini sukses membudidayakan buah naga hingga menjadi pemasok utama di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sabtu pagi, lahan pertanian Om Udin di Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, menjadi titik kumpul para tokoh daerah. Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten beserta jajaran, pengurus HKTI, Ketua Pemuda Pancasila, Plt. Camat Tabut, Plh. Danramil Tabut, Kapitalaung Kampung Utaurano dan Moade, hingga insan pers, hadir untuk anjangsana sekaligus ikut memanen buah naga hasil kerja kerasnya.
Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Om Udin yang selama tiga tahun terakhir mengembangkan hortikultura dengan fokus pada buah naga. Menariknya, seluruh proses budidaya dilakukan dengan pupuk organik buatannya sendiri — ramah lingkungan sekaligus hemat biaya.
Tak hanya buah naga, lahan Om Udin juga dipenuhi tanaman jahe, kacang panjang, pisang, tomat, cabai, dan berbagai sayuran lainnya. Semua dikelola dengan penuh ketekunan, menjadi sumber pendapatan keluarga sekaligus kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.
”Om Udin adalah bukti bahwa dengan kemauan kuat, inovasi, dan kerja keras, petani Sangihe bisa menjadi pelopor dan inspirasi,” ujar perwakilan Pemerintah Daerah.
Semangatnya menjadi cahaya bagi generasi muda petani di Sangihe. Dari tanah sederhana di ujung utara Sulawesi, Om Udin membuktikan bahwa pertanian bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan hidup yang bisa mengangkat martabat daerah.
Kini, buah naga Sangihe bukan hanya manis rasanya, tetapi juga manis ceritanya — kisah perjuangan seorang petani lansia yang tak pernah menyerah demi masa depan pangan daerahnya.***
Om Udin, Petani Lansia yang Taklukan Buah Naga di Sangihe Dari Kampung Moade untuk Ketahanan Pangan Daerah




