Muara Enim, kpksigap.com 14/08/2025,
Kamis, Proyek peningkatan jalan memiliki beberapa fungsi utama, diantaranya meningkatkan aksesibilitas,mengurangi kemacetan ,memperlancar distribusi barang dan jasa , meningkatkan nilai ekonomi,serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.Selain itu,proyek peningkatan jalan juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,apabila hasil peningkatan jalan tersebut didukung dengan hasil kualitas jalan yang baik dan berkualitas.
Namun, seiring dengan adanya harapan peningkatan jalan tersebut, alhasil terpantau serta telah ditemukan terdapat proyek peningkatan jalan di Desa Payabakal Kecaman Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut,
Melalui dana APBD TA 2025 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Muara Enim dengan nilai Pagu Rp.1.187.010.000.00, dengan panjang 469 meter dan dengan lebar kurang lebih 400 cm yang Pelaksana nya oleh Proyek CV Putra Rambang Perkasa, terungkap hasil kondisi proyek peningkatan jalan tersebut,
Terdapat beberapa titik jalan cor mengalami keretakan, bahkan jalan nyaris kondisinya belah,padahal proyek peningkatan jalan tersebut baru selesai dibangun dan belum diresmikan.
Hasil pantauan para pegiat kontrol sosial dilokasi hasil proyek tersebut, kuat dugaan proyek pekerjaannya terdapat penyimpangan rancangan anggaran biaya (RAB),
Serta dugaan mengejar keuntungan yang besar,dan juga dugaan lemahnya pengawasan dari dinas terkait,maupun dugaan kongkalingkong antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pelaksana Proyek.
“Hasilnya pembangunan peningkatan jalan Desa Payabakal Kecamatan Gelumbang dana 1 Milyaran lebih sangat mengecewakan, sudah terdapat beberapa titik alami retak hingga belah sampai kebawah,” ungkap jhon salah satu pegiat kontrol sosial tersebut.
Dikatakannya, bahwa pihak pelaksana juga sulit dihubungi melalui nomor handphone guna dimintai keterangannya, karena warga masyarakat setempat maupun warga pengguna jalan lainnya juga mempertanyakan kerusakan tersebut,
Dan juga meminta dinas terkait segera turun kelokasi menindaklanjuti hal tersebut.
” Kuat dugaan hasil proyek pekerjaannya terdapat penyimpangan RAB, jika dilakukan serta dikerjakan yang jujur, nggak mungkin dong sudah retak dan belah ,” beber Jhon salah satu aktivis yang ada di Gelumbang Raya bersama rekan pegiat kontrol sosial tersebut
Media ini belum mendapatkan keterangan resmi adanya peristiwa keretakan beberapa titik di hasil peningkatan jalan Desa Payabakal Kecamatan Gelumbang proyek dana APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025 yang dikerjakan oleh CV Putra Rambang Perkasa yang juga sulit dihubungi terkait adanya temuan hal tersebut. (Rbt)
Bersambung.




