MOU Kerja Sama Sekolah Widya Dharma dengan AMDI, Majukan Prestasi Olahraga, Dansa, dan Seni Budaya

Jakarta, 20 Februari 2025 – Sekolah Widya Dharma Banjarmasin, yang berada di Kalimantan Selatan, hari ini menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Asosiasi Media Dansa Indonesia (AMDI) yang dipimpin oleh Ketua Umum AMDI, Robin Tanudibrata.

Empat tokoh pendiri AMDI, yaitu Robin Tanudibrata, Deddy Ratmoyo, S.H., John Christianto, S.H., M.H., dan Geman Yusup, S.H., M.H., memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan AMDI.

Mereka juga mengapresiasi minat dan perhatian yang tinggi dari berbagai daerah, khususnya Kota Banjarmasin, terhadap perkembangan AMDI.

Penandatanganan MOU ini diharapkan menjadi titik awal bagi kerja sama yang lebih erat dalam meningkatkan prestasi olahraga, dansa, serta seni budaya daerah di sekolah tersebut.

Prof. Dr. Muljadi Thio, Direktur Sekolah Widya Dharma, menyampaikan harapannya setelah penandatanganan kesepakatan ini.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa bekerja sama dengan AMDI. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya membawa dampak positif bagi peningkatan prestasi di bidang olahraga dan seni budaya, tetapi juga memperkenalkan potensi besar yang dimiliki oleh siswa kami di Banjarmasin,” ujar Prof. Muljadi.

Ketua Umum AMDI, Robin Tanudibrata, juga memberikan sambutannya setelah penandatanganan MOU.

“AMDI melihat potensi besar yang dimiliki oleh sekolah ini, terutama dalam bidang seni tari dan olahraga.

Kami ingin memberikan dukungan penuh agar para siswa di Sekolah Widya Dharma dapat berkembang lebih jauh, baik dalam kompetisi maupun dalam melestarikan seni budaya daerah,” kata Robin.

Dalam kerjasama ini, AMDI akan memberikan pelatihan dan fasilitas untuk para siswa di bidang dansa dan olahraga.

Program ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan teknik, tetapi juga mencakup pengembangan karakter dan mental para peserta didik.

Prof. Muljadi Thio menambahkan bahwa Sekolah Widya Dharma juga akan memanfaatkan peluang ini untuk memperkenalkan seni budaya lokal Kalimantan Selatan kepada masyarakat lebih luas.

“Kami ingin agar seni budaya daerah seperti tari tradisional dan musik khas Kalimantan Selatan bisa semakin dikenal dan dihargai, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu, sekolah ini juga berencana mengadakan sejumlah acara dan festival yang akan melibatkan siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar untuk mempromosikan hasil kerja sama ini.

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa para siswa bisa mendapatkan pengalaman yang bermanfaat, baik dalam hal seni maupun olahraga,” jelas Prof. Muljadi.

Robin Tanudibrata pun menegaskan bahwa AMDI akan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di Sekolah Widya Dharma.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap bisa memajukan prestasi para siswa dan menjadikan mereka sebagai duta seni budaya dan olahraga yang bisa membawa harum nama bangsa,” kata Robin.

Sebagai bagian dari perjanjian kerja sama, AMDI akan mengirimkan pelatih-pelatih berkompeten untuk membimbing para siswa di berbagai bidang.

Program ini diharapkan bisa menghasilkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kerja sama ini juga sejalan dengan visi Sekolah Widya Dharma untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga berprestasi dalam bidang olahraga dan seni budaya.

Prof. Muljadi berharap, melalui kerja sama ini, lebih banyak siswa yang bisa terinspirasi untuk berprestasi di bidang yang mereka cintai.

Dengan adanya MOU ini, diharapkan Sekolah Widya Dharma Banjarmasin akan semakin maju dan berkembang, tidak hanya dalam aspek pendidikan, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda yang berbudaya, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.

Editor: Mega 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *