Momen MILAD Ke~48 Aceh Independence,ASNLF Di Swiss(Jenewa) Estafet Perjuangkan Kemerdekaan ATJÈH
Swiss ;Jenewa 4 Desember 2024(MILAD Ke~48 GAM) Sikap para pejuang Bangsa Atjèh di Memelihara Semangat Perjuangan dan Kepentingan Nasional Bangsa Aceh Menindaklanjuti permintaan dari para netizen, berikut ini adalah terjemahan amanat tertanggal 4 Desember yang ditandatangani oleh Ketua Presidium Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF). Amanat ini memuat tinjauan tahun 2024.
Mengenai perjuangan diplomasi internasional, tanggung jawab perjuangan rakyat Aceh, kepentingan nasional rakyat Aceh, serta upaya menjaga semangat perjuangan.
Amanat Ketuha Prèsidium ASNLF Pada Hari Ulang Tahun Aceh Merdeka Ke-48 (1976 – 2024) 4 Désémbèr 2024
Bismillahirrahmanirrahim, “Assalammu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh”.
“Yang saya muliakan saudara saya bangsa Aceh di seluruh penjuru dunia, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat hidup, langkah, dan rezeki kepada kita semua. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW, begitu pula kepada para syuhada kita. Semoga mereka dilapangkan kuburnya dan diberikan tempat mulia di surga”.Kata sambutan Ketua Opresidium ASLNF pada kesempatan itu.
Ariffadillah menambahkan “Alangkah cepatnya waktu berlalu yang mengingatkan kita bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa Aceh untuk lepas dari kuasa asing telah berlangsung selama empat puluh delapan tahun sejak pertama kali dideklarasikan oleh almarhum Wali Negara, Tgk. Dr. Hasan di Tiro. Sampai saat ini usaha untuk perjuangan menentukan nasib sendiri tersebut tidak pernah surut.
“Saudara ku bangsa Aceh sekalian yang saya muliakan, Pada tahun ini, saudara kita di Amerika telah berhasil membawa aspirasi bangsa Aceh ke dalam Forum Tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang isu-isu bangsa pribumi (asli) (UN Permanent Forum on Indigenous Issues) di New York. Ini adalah langkah penting dalam diplomasi internasional yang sedang kita jalankan”.Tutur Arif memperjelas arah perjuangan.
“Selain itu, kita juga aktif berpartisipasi dalam Forum Minoritas (Forum on Minorities Issues) di kantor PBB Jenewa, yang menjadi agenda rutin setiap tahunnya sejak kita aktifkan kembali ASNLF. Dalam forum ini, kita terus menyuarakan kondisi dan aspirasi bangsa Aceh agar diketahui dunia internasional”Tegas Regenerasi Pejuang Bansa Atjèh itu.
“Peran media sosial menjadi salah satu tema yang dibahas dalam forum dunia itu pada akhir bulan lalu. Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Aceh sangat aktif menggunakan media sosial, yang kini menjadi alat kampanye efektif untuk perjuangan kemerdekaan Aceh. Hal ini sangat bermakna bagi perjuangan kita, sebagaimana tercermin dalam Pilkada Indonesia di Aceh.Atas kesadaran politik rakyat/bangsa Aceh, tingkat golput mencapai lebih dari 25%. Ini adalah fenomena luar biasa sebagai gerakan bentuk perlawanan non-kekerasan terhadap status quo.
“Saudara ku Bangsa Aceh sekalian yang saya muliakan, Pada hari bersejarah ini, marilah kita pahami bahwa perjuangan ini adalah tanggung jawab kita semua agar berdaulat di tanah warisan leluhur kita sehingga sewajarnya bukan untuk bermusuhan antar sesama. Perjuangan ini bukan hanya untuk sesaat ini, tetapi juga untuk anak cucu kita, demi menjaga tanah warisan leluhur kita. Sudah seharusnya, kita tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang menjadi dasar perjuangan Aceh Merdeka. Tanpa prinsip tersebut, bangsa Aceh akan kehilangan arah dan tujuan, serta tidak akan mampu mempertahankan kepentingan nasional Aceh.
“Kepentingan nasional bangsa Aceh harus mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya”.
“Program-program pendidikan, kaderisasi, dan penyebaran informasi harus terus berjalan agar bangsa Aceh semakin sadar sebagai bangsa yang memiliki hak untuk merdeka. Meskipun saat ini terlihat, bagaimana bangsa kita dijebak untuk menghambakan diri pada kuasa Indonesia di Aceh, kita tetap tidak akan surut melangkah. Dalam tahun ini kita melihat bagaimana saudara-saudara telah kembali ke dalam garis perjuangan. Jadi, sudah sepatutnya kita mengambil langkah serentak untuk menghantam musuh, agar mereka tahu, bahwa kita, bangsa Aceh, bukan bangsa budak. Semoga semua ikhtiar kita diridhai oleh Allah SWT. Wassalam”.Tutup Ariffadhillah sebagai Ketua Delegasi muda Atjèh di Jenewa.(Fikram sing)
Jenewa 4, Desember 2024
Ketua Presidium ASLNF
ARIFADILLAH



