‎Maykel Pusung & Wagub Mailangkay: Dari Tekanan Politik ke Komitmen Membangun Sulut.

‎MANADO —  kpksigap.com, Kamis, 07 Agustus 2025.
‎Sebuah momen penuh kehangatan dan inspirasi terjadi di Lobi Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (6/8/2025). Ketua LPK-RI Kota Manado, Maykel Pusung, berbincang santai dengan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, dalam suasana akrab yang menyuguhkan kisah perjuangan, tawa, dan semangat kolaborasi.


‎Didampingi Protokol Gubernur YSK, keduanya bernostalgia mengenai masa-masa penuh tekanan selama kampanye Pilkada 2024, hingga akhirnya mencapai tonggak keberhasilan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut periode 2025–2030.

‎“Kita pernah melewati malam-malam panjang tanpa kepastian. Tapi justru di situlah kekuatan dan tekad kita terbentuk,” ungkap Wagub Mailangkay dengan senyum reflektif.

‎Maykel Pusung mengangguk sepakat. Ia mengenang bagaimana tekanan politik dan dinamika sosial sempat menguji prinsip dan konsistensi mereka. Namun, menurutnya, momen sulit justru mempererat solidaritas dan memperkuat komitmen terhadap perubahan.

‎Tak hanya serius, obrolan juga dibumbui canda. Salah satunya ketika Wagub menceritakan momen lucu di tengah hiruk pikuk kampanye.

‎“Kadang, di tengah tekanan, kita butuh tertawa. Itu yang bikin kita tetap waras,” seloroh Mailangkay, disambut tawa hangat Maykel yang menimpali dengan cerita jenaka lainnya.

‎Lebih dari sekadar perjuangan merebut kekuasaan, keduanya menekankan bahwa misi mereka adalah menjaga idealisme dan integritas di tengah arus politik yang keras.

‎“Kami selalu saling mengingatkan: Ini hanya ujian, bukan akhir. Jangan pernah biarkan tekanan mengubah arah perjuangan,” tutur Maykel penuh keyakinan.

‎Dalam percakapan itu, Wagub juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil seperti LPK-RI.

‎“Tanpa peran aktif dari rekan-rekan seperti Pak Maykel dan masyarakat luas, pencapaian hari ini tak mungkin terwujud,” katanya dengan nada apresiatif.

‎Menutup pertemuan hangat tersebut, keduanya menyampaikan pesan khusus untuk generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik dan sosial:

‎“Jangan takut menghadapi kesulitan. Justru dari situlah pelajaran dan karakter terbentuk. Dan saat keberhasilan tiba, nikmatilah sebagai hasil dari kerja keras yang tulus,” ucap Maykel.

‎Momen itu diakhiri dengan jabat tangan erat — simbol dari persahabatan, solidaritas, dan komitmen untuk terus berkarya bagi kemajuan Sulawesi Utara. Sebuah pertemuan sederhana, namun kaya makna: bahwa di balik setiap perjuangan, selalu ada ruang untuk tawa, harapan, dan langkah bersama menuju masa depan yang lebih baik.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *