Batu bara kpksigap.com
Sehubungan masyarakat orasi di depan PT Wilmar Group di hadiri dua desa yaitu Desa Kuala Tanjung dan Desa Lalang beserta ormas IPK ikatan pemuda karya dan ormas API Askar Pemuda Indonesia berkolaborasi menuntut tegas kebijaka pihak PT Wilmar Group yang sudah menimbun sungai badak mati.
PT Wilmar Group yang berada di Kuala Kab Batubara ini sudah berulangkali kali di demo pihak masyarakat akan tetapi permasalahan ini tidak kunjung usai dan tidak dapat titik temu sehingga masyarakat melakukan orasi untuk yang kesekian kalinya, tuntutan masyarakat agar sungai badak mati dapat di evaluasi sebagai mana mestinya.
Dengan adanya penimbunan sungai badak mati masyarakat terdampak kebanjiran di sertai limbah PT Wilmar Group yang mengalir kepermukaan rumah warga, dalam permasalahan ini warga resah dan menghambat aktifitas kesehariannya sperti kekurangan air bersih dan penyakit gatal-gatal di akibatkan limbah pabrik tersebut.
Selasa 21 Januari masyarakat orasi menuntut tegas pihak PT Wilmar Group agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik, tuntutan warga yang terdampak limbah pabrik menginginkan rumah dan tanah warga di bebaskan dan negosiasikan secepatnya agar warga bisa pindah ketempat yang lebih layak dan steril dari limbah pabrik.
Selama orasi berlangsung satupun pimpinan PT Wilmar Group tidak muncul menghampiri warga yang sedang orasi di depan perusahaan tersebut, senggang waktu 11:30 WIB beberapa orasi di persilahkan masuk untuk negosiasi dan tidak lama kemudian pihak orasi membubarkan diri.
Hasil investigasi kepada pihak orasi maupun dari pihak PT Wilmar Group dalam persoalan ini pihak perusahaan tersebut akan mensterilkan rumah warga yang terdampak limbah dan akan negosiasi kembali kepada warga setempat agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan permintaan masyarakat Desa Lalang dan Kuala Tanjung.
Bahwa kami dari Askar Pemuda Indonesia Desa Lalang beserta masyarakat Desa lalang meminta kepada perusahaan tersebut mengenai penerimaan karyawan dan CSR agar dapat terealisasi karena selama hari tidak pernah di respon positif sejak kepemimpinan Ediko alias Aliang.
Penulis: AL HAMDANI KPK SIGAP INVESTIGASI SUMUT.




