Kolaki Sampolawa Gelar Ritual Adat Piharoa’ano Bhanua Wauwa Ngarawu : Pakandeano Ana Ngkaelu

Kolaki Sampolawa Gelar Ritual Adat Piharoa’ano Bhanua Wauwa Ngarawu : Pakandeano Ana Ngkaelu

Kpksigap.com – Sampolawa 8 Juli 2025 – Pelaksanaan “Ritual Adat Piharoa’ano Bhanua Wauwa Ngkarawu” kembali digelar masyarakat Sampolawa, khususnya masyarakat Kelurahan Jaya Bakti dan Kelurahan Katilombu.
Ritual adat yang berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak tanggal 3 sampai 6 Juli 2025 yang juga bertepatan dengan 10 Muharam 1447 H tersebut, berlangsung dengan suasana khidmat. Dengan mengusung tema “Mengikat Rasa, Sejarah dan Doa, Dalam Satu Spirit Juang Wauwa di Negeri Bobato Mancuana”, diharapkan dapat mengangkat kembali memori juang Wauwa Ngkarawu sebagai ingatan kolektif masyarakat Sampolawa dalam merumuskan cita-cita persatuan dan kemajuan Sampolawa, sebagaimana yang pernah dilakukan Wauwa Ngakarawu, tutur ketua panitia, Ir. LM. Insan Al Arif Rihani, S.T., CST.

Insan Al Arif menyebutkan bahwa pelaksanaan ritual adat pada tahun ini adalah yang kedua kalinya, dan akan terus menjadi kegiatan tahunan di Sampolawa. “Tahun ini lebih meriah, suasana kebatinan begitu terasa, khidmat, dan berkesan, tak lupa ucapan terima kasih atas kerja kolektif panitia, seluruh masyarakat yang terlibat, hingga pemerintah daerah yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini sejak awal.” Ungkapnya kepada awak media, Minggu (6/7/2025).

Rangkaian pelaksanaan Piharoa’ano Bhanua Wauwa Ngkarawu dimulai dengan “Konggilo Wuta Molengo, Bubusi Koburu Wauwa Ombo dan Wauwa Ngkarawu”, Haroa Sumanga. Kemudian dilanjutkan dengan dialog publik “Sejarah Sampolawa dan Napak Tilas Jejak Perjuangan Wauwa Ngkarawu, hingga Musyawarah Adat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan “Pakande Kandeano Ana Ngkaelu atau Ana Maelu” sebagai puncak pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Bupati Buton Selatan, Pejabat Sekretaris Daerah (PJ Setda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Buton Selatan, Kapolsek Sampolawa, Koramil 1413 Sampolawa, Sara Ogena, Sara Kidina, Turis, seluruh masayarakat Sampolawa, bahkan masyarakat luar yang berketurunan langsung dengan Wauwa Ngkarawu

Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Ritual Adat Piharoa’ano Bhanua Wauwa Ngkarawu, dan berharap akan menjadi spirit dalam persatuan masyarakat, terutama untuk seluruh masyarakat Buton Selatan. Lebih lanjut dalam sambutannya, mengingat perjuangan Wauwa Ngkarawu di teluk Sampolawa dalam mengusir armada laut Tobelo, Bupati Buton Selatan menegaskan kembali cita-cita pembangunannya untuk membangun dan menjadikan teluk Sampolawa sebagai pelabuhan laut, tempat tata niaga perikanan dan komiditi hasil laut. “Saya meminta doa seluruh masyarakat Sampolawa agar dapat sesegara mungkin mewujudkan rencana pembangunan pelabuhan laut tersebut.

Di kesempatan lain, Kolaki Sampolawa ke 12, La Ode Zakir, S.H, menyampaikan sejarah perjuangan Wauwa Ngkarawu yang begitu besar dalam menegakkan marwah kedaulatan Kesultanan Buton, seturut tugas dan peran Wauwa Ngkarawu dalam memimpin perang laut di teluk Sampolawa. Harapannya sejarah tersebut dapat menjadi kiblat persatuan seluruh masyarakat Sampolawa.

KPK sigap red
Editor mursyidi
Reporter La Ode

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *