Kolaborasi Dekranasda & Disprindag Mabar Gelar Pelatihan Pengrajin Lokal Kabupaten Manggarai Barat!
Manggarai Barat – NTT, Kpksigap.com -Peningkatan kualitas pengrajin lokal sangat penting dalam konteks keberadaan Kabupaten Manggarai Barat sebagai daerah pariwisata super prioritas. Hal ini mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat ( Disprindag Mabar) menggelar pelatihan bagi 20 warga pengrajin lokal di Sekang Dite ,Labuan Bajo , Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT, Rabu ( 25/06/2025)
Dalam konteks pariwisata, produk pengrajin lokal dapat menjadi souvenir unik yang dapat dibeli oleh wisatawan sebagai kenang-kenangan, dan menjadi bagian dari pengalaman budaya wisatawan, sehingga meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal.
” Tujuan kegiatan pelatihan ini guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta keterampilan pelaku industri kecil dalam melaksanakan proses produksi aksesories dengan bahan baku kain tenun serta menumbuhkan semangat wirausaha bagi pelaku industri kecil di Kabupaten Manggarai Barat”ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat Trince Yuni Endi saat membuka kegiatan pelatihan yang berlangsung di Sekang Dite, Labuan Bajo, Rabu (25/06/2025).
Menurut ibu Ince demikian ia disapa, sasaran kegiatan pelatihan ini, agar peserta pelatihan memiliki kemampuan berpoduksi yang baik dan benar sehingga menghasilkan produk aksesoris yang berkualitas.
Melansir Ifomabar, Kegiatan ini dilaksanakan sejak 25 Juni sampai dengan 28 Juni 2025, dan diikuti oleh 20 orang peserta, 4 orang dari 20 orang peserta merupakan tuna rungu dari SLB Karya Murni Gorontalo dan 3 orang disabilitas di Labuan Bajo.
Adapun bentuk pelatihan berupa pembuatan aksesoris dengan bahan baku utama kain tenun, berupa aksesoris rambut (bandow) gantungan kunci, gelang tangan, retu dan packaging dan juga memberikan pengetahuan cara menghitung penentuan harga produk bagi peserta, sebab selama ini terkesan penenun sangat sulit menentukan harga jual produk.
Metode pelaksanaan pelatihan pembuatan aksesoris dilaksanakan secara tatap muka praktek, dan dalam kegiatan ini juga difasilitasi dengan pelayanan penerbitan Nomor Induk Berusaha kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat Gabriel Bagung,SE, saat membuka kegiatan mengatakan ; ” industri rumah tangga, Kecil, dan menengah harus selalu berupaya untuk melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan selalu diminati pembeli.” ungkapnya seraya menegaskan perlunya upaya untuk menangkap peluang Labuan Bajo sebagai daerah Pariwisata Super Prioritas, maka industri rumah tangga harus mampu menjemput peluang yang ada. Oleh karena itu dibutuhkan tekat yang kuat dari dalam diri pelaku industri rumah tangga dan industri kecil.” tuturnya .
Dirinya berharap kehadiran pelaku kerajinan ini, mampu naik kelas dari industri rumah tangga menjadi industri kecil, yang nantinya bisa naik jenjang lagi menjadi industri kecil menengah,” harap mantan Camat Kuwus ini.
Sebelumnya dalam rapat lengkap yang dihadiri oleh semua pengurus Dekranasda Mabar, telah memutuskan empat kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tahun 2025, seperti pelatihan pembuatan gelang, Bandow, Retu dan Gantungan Kunci. Empat pelatihan ini diambil lantaran mudah dijangkau oleh para penenun dan harga bisa dijangkau oleh pembeli.***
KPK SIGAP Red
Editor mursyidi
Reporter, Adrianus Jehamat


