Kelompok Tani Desa Waka Bernapas Lega, Pupuk Bersubsidi Tersedia Dengan Harga Bersahabat !
Waka, KPK SIGAP – Derita anggota kelompok tani ( Poktan ) akibat ulah oknum Pengecer Pupuk bersubsidi, Toko Simpati, di Wulang, Desa Manong, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT, menjual pupuk bersubsidi melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah berlangsung sejak lima tahun terakhir, kini berakhir sudah !
Ketua Kelompok Tani Sinar Tani, Desa Waka, Kec.Pacar, Yohanes Lega, melalui sambungan telepon selulernya menghubungi media ini, Minggu pagi (7/9/2025). Hanes, demikian sapaan akrabnya mengabarkan bahwa kini pupuk bersubsidi untuk Kecamatan Pacar telah tersedia. Pengecer baru untuk Kecamatan Pacar ada dua orang. Salah satunya adalah UD.Sinar Pelita Pacar milik Hendrikus Hibur di Noa, Desa Compang, Kecamatan Pacar.
” Pupuk subsidi untuk Desa Waka dan Pongkolong sudah tersedia tempatnya Hendrikus Hibur di Noa. Harganya Rp 230.000/pasang,” ungkap Ketua Poktan Sinar Tani.
Lebih lanjut, Hanes menuturkan dirinya bersama seluruh anggota Kelompok Sinar Tani sedang melangsungkan pertemuan di Ibukota Desa Waka di Puing, Kecamatan Pacar. Dalam pertemuan ini mereka berunding tentang ongkos angkut pupuk bersubsidi dari gudang pengecer di Noa yang bejarak kurang lebih dua kilo meter dari Puing.
Turut hadir dalam pertemuan ini PPL Pendamping untuk Desa Waka atas Nama Hartono, dan warga Kelompok Tani Sinar Tani dan Kelompok Tani Waka Bangkit Dan Maju.
Menurut pengakuan Hanes, Pengecer Hendrikus Hibur menawarkan jasa mengantarkan pupuk bersubsidi dari Gudangnya di Noa Desa Compang ke Puing Desa Waka dengan ongkos angkut sebesar Rp 47.500/pasang, atau setara dengan Rp 23.750/ karung pupuk bersubsidi ukuran 50 kg. Sehingga total harga tebusan pupuk bersubsidi per pasang sebesar Rp 275.000 , dari harga subsidi hanya sebesar Rp 227.500/pasang.
Namun, warga kelompok tani Desa Waka mengajukan penawaran sebesar Rp 250.000/pasang dengan rincian ongkos angkut dari Noa ke Puing hanya sebesar Rp 22.500/ pasang, atau setara dengan Rp 11.250/karung. Harga ini sudah sangat wajar menurut warga. Sebab, jarak dari Gudang Pengecer di Noa ke Puing terbilang sangat dekat menurut ukuran warga masyarakat setempat, hanya kurang lebih 2 km. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor roda dua, hanya 10 menit. Jika Pengecer ngotot dengan harga tebusan sebesar Rp 275.000/ pasang dengan memperhitungkan ongkos angkut dari Noa ke Puing, warga kelompok tani sepakat untuk ambil sendiri di gudang pengecer di Noa dengan harga Rp 230.000/pasang. Kecuali jika Pengecer bersedia dengan harga Rp 250.000/pasang silahkan diantar oleh Pengecer dari Noa ke Puing.
” Warga kelompok sepakat untuk ambil sendiri pupuk di gudang pengecer di Noa jika Pengecer bertahan dengan harga Rp 270.000/pasang. Kalau Dia mau dengan harga Rp 250.000/ pasang, Dia boleh antar itu pupuk dari Noa ke Puing. Tapi kalau tidak, biar kami ambil sendiri di Gudang Pengecer di Noa , pake Ojek. Banyak ojek yang mau angkut pupuk dari Noa ke Puing dengan ongkos angkut Rp 10.000/karung, ” ungkap Hanes
Senada dengan Ketua Kelompok Sinar Tani, Anggota Kelompok Tani Waka Bangkit Dan Maju di Puing, Yosep Martini, melalui sambungan telepon selulernya, Minggu pagi ( 7/9/2025) juga membenarkan informasi yang disampaikan oleh Hanes.
” Pupuk subsidi untuk kami di Desa Waka sudah tersedia di Noa. Pengecer baru bernama Hendrikus Hibur. Harga pupuk subsidi di gudang pengecer di Noa Rp 230.000/pasang. Kami tidak setuju jika pengecer minta bayar Rp 275.000/pasang dengan alasan karena pupuk diantar oleh Pengecer dari Noa ke Puing. Sementara jarak dari Noa ke Puing sangat dekat. Tidak sampai sepuluh menit dengan motor ojek. Kalau Pengecer mau antar ke Puing , kami siap bayar dengan total harga Rp 250.000/pasang. Sewa angkut hanya Rp 20.000/Pasang atau Rp 10.000/karung. Kalau minta lebih dari yang kami sanggup, biar kami ambil sendiri di gudang pengecer di Noa.” ungkap Yos.
Hartono, demikian sapaan PPL Pendamping untuk Desa Waka yang turut hadir dalam pertemuan dengan Kelompok Tani di Desa Waka, dihubungi media ini lewat sambungan telepon selulernya, juga membenarkan sikap warga kelompok tani.
” Harga pupuk subsidi Rp 275.000/pasang itu sudah menyalahi ketentuan HET. Kalau pengecer terima tawaran dari petani penerima pupuk subsidi seharga Rp 250.000/pasang, sudah termasuk ongkos angkut dari gudang pengecer di Noa ke Puing , itu sudah pas. Karena jaraknya relatif sangat dekat, kurang lebih 2 km. Tapi kalau pengecer bertahan dengan harga yang dia kehendaki, tentu kita paham jika warga memilih untuk ambil sendiri pupuknya di gudang pengecer di Noa dengan harga Rp 230.000 per pasang. Harga inipun sudah melebihi HET sebesar Rp 227.500 per pasang,” tegas Yono.
Hingga berita ini diterbitkan, Hendrikus Hibur selaku pemilik UD Sinar Pelita Pacar belum berhasil dihubungi.
Sebelumnya, ribuan petani penerima pupuk subsidi yang tersebar di 183 kelompok tani di 13 desa di Kecamatan Pacar telah menjadi korban keserakahan pengecer terdahulu. Sebab , para petani penerima pupuk subsidi diminta membayar seharga antara Rp 320.000 – 340.000 / pasang. Harga ini di gudang pengecer di Herang Pacar, belum termasuk ongkos angkut dari gudang pengecer ke rumah warga yang dipatok secara sepihak oleh pengecer dengan harga antara Rp 10.000-25.000/ karung atau Rp 20.000-50.000/pasang untuk ongkos angkut.
Informasi dari Ketua Kelompok Tani Sinar Tani dan anggota Kelompok Tani Waka Bangkit Dan Maju di Puing, Desa Waka ini merupakan bukti bahwa perjuangan Ketua Kelompok Tani Waka Bangkit Dan Maju, Adrianus Jehamat, bekerjasama dengan Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur ( LMI-NTT) dan Media KPK-SIGAP ( Kabar Pemantauan Korupsi-Sinergi Integritas Tanggap & Profesional) mengadvokasi hak puluhan ribu petani penerima pupuk subsidi di 169 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, dimulai dari 13 desa di Kecamatan Pacar sejak pertengahan 2024 hingga pertengahan 2025 telah berbuah manis, dan dinikmati oleh para petani.***
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.
Editor : Adrianus Jehamat.




