‎Hendra Massie, Kepala SMAN 9 Manado yang Cetak Emas Juara Dunia Karate.

‎Manado, kpksigap.com, Minggu, 17 Agustus 2025.

Prestasi emas Heaven Kawet, atlet karate muda asal Desa Sinisir, Modoinding, Minahasa Selatan, di Kejuaraan Dunia Karate-Do Gojukai ke-8 di Chiba, Jepang, menegaskan bahwa Sulawesi Utara bukan hanya gudang bakat, tetapi juga rumah bagi pelatih dan pendidik visioner. Sosok kunci di balik gemilangnya prestasi ini adalah Hendra Massie, Kepala SMAN 9 Manado sekaligus pembina Gojukai Sulut, yang berhasil membangun fondasi teknik dan mental juara Heaven sejak dini.


‎Sebagai pendidik dan pelatih, Massie telah lama mengukir rekam jejak cemerlang. Sebelum memimpin SMAN 9 Manado, ia sukses mengantar atlet seperti Dino Tutu dan Joan Mawikere, meraih medali di Belgia (2019), Romario Setiamu, Juara 3 open pelajar di Swiss, serta membawa tim Muaythai Sulut menyumbang empat medali di PON Papua 2021. Pengalamannya sebagai wasit karate berlisensi WKF dan pelatih kepala cabang olahraga muaythai menjadi modal penting dalam merancang program pembinaan yang disiplin, terukur, dan berorientasi prestasi.

‎Massie dikenal dengan pola sinergi “sekolah-klub-keluarga”, sebuah pendekatan yang menekankan keseimbangan akademik dan olahraga. Di SMAN 9 Manado, siswa atlet mendapat jadwal latihan terstruktur, dukungan fasilitas dari KONI Sulut, serta motivasi langsung dari Gubernur Yulius Selvanus SE dan Dr. Victor Mailangkay.

‎“Tanpa dukungan fasilitas dari KONI, latihan tak bisa maksimal. Begitu juga peran keluarga, khususnya orang tua Heaven di Modoinding, sangat penting dalam menopang moral dan semangat bertanding,” tegas Massie.

‎Resmi menjabat Kepala SMAN 9 Manado pada Juni 2024, Massie yang berlatar sarjana olahraga membawa visi jelas: “Mempertahankan prestasi yang ada dan meningkatkannya, baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni.”

‎Hasilnya terlihat cepat. Tahun 2024, SMAN 9 Manado menyumbang dua medali di ajang O2SN Nasional: emas lewat Syfa Josephus dan perunggu lewat Noel Londah di cabang karate. Ini menjadi kebangkitan setelah tiga tahun absen prestasi di level nasional, sekaligus mengukuhkan sekolah ini sebagai pencetak atlet juara dunia.

‎Di Jepang, Heaven Kawet tampil gemilang. Ia menyingkirkan karateka tangguh dari Namibia, Afrika Selatan, Chili, hingga Brasil. Teknik andalan seperti kizami-zuki (serangan jarak pendek) dan gyaku-zuki (pukulan balik) yang diasah langsung oleh Massie, menjadi senjata pamungkas di partai final.

‎Kemenangan ini bukan hanya emas pribadi, tetapi pernah juga mengantarkan Indonesia sebagai runner-up dunia dengan total 25 emas.

‎Massie menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring pembinaan.
‎“Kami akan terus melakukan terobosan sambil mempertahankan prestasi. Targetnya, model sekolah-klub ini bisa direplikasi di lebih banyak sekolah Sulut agar talenta daerah tidak terpendam,” ujarnya optimis.

‎Dari pelosok Modoinding hingga panggung dunia di Jepang, kisah Heaven Kawet dan Hendra Massie menjadi bukti nyata bahwa kombinasi sekolah visioner, pelatih kompeten, dukungan pemerintah, serta peran keluarga mampu mengubah mimpi atlet daerah menjadi prestasi global.

‎Sulut untuk Dunia – SMAN 9 Manado buktikan diri sebagai pencetak emas dunia.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *