Gardu PLN Tak Terkunci Renggut Nyawa Balita 3 Tahun, Polisi Lakukan Penyelidikan!

Blitar | Kpksigap.com – Peristiwa tragis menimpa seorang balita berusia tiga tahun di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Bocah laki-laki berinisial A.R.R ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik dari gardu PLN yang berada di depan rumahnya, Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut laporan resmi kepolisian, peristiwa tersebut terjadi di halaman depan rumah pelapor Bangun Rohadi (37), seorang karyawan cuci mobil. Di lokasi tersebut terpasang Gardu Tiang Trafo (GTT) milik PLN.

Dari keterangan saksi di tempat kejadian, nenek korban, Nur Janah (53), semula sedang mencuci di dalam rumah, sementara korban bermain sendiri. Saat dicari sekitar pukul 11.30 WIB, nenek terkejut menemukan cucunya sudah dalam kondisi terlentang tak bernyawa di dekat kotak gardu listrik PLN yang berada di halaman rumah.

Kapolsek Selopuro melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan peristiwa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pada telapak tangan kanan korban ditemukan luka bakar akibat tersengat listrik. Korban diduga menyentuh bagian gardu yang tidak terkunci,” jelas IPDA Putut.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan rekaman CCTV milik toko yang tak jauh dari tempat kejadian sebagai barang bukti. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyebab kejadian diduga karena kelalaian, di mana box gardu listrik PLN tidak dikunci, sehingga mudah dibuka oleh siapa pun.

“Kami akan memeriksa pihak PLN untuk mendalami apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam perawatan gardu tersebut,” tambah IPDA Putut.

Korban diketahui mengenakan kaos biru dan celana pendek cokelat muda saat ditemukan. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan akan menyerahkan surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang bermain di area dekat instalasi listrik.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami harap kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutup IPDA Putut.

Redaksi | Pram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *