Kupang
kpksigap.com
Realita menunjukan bahwa kadang atas dasar kemauan, semangat dan komitmen yang kokoh akan melahirkan prestasi dan kualitas tinggi dari orang orang dimana dilahirkan di kampung kampung yang kadang orang memberi label “udik”.
Itulah sebuah filosofi dari Yohanes Knaofmone, S.Pd seorang pensiunan guru dan instruktur matematika Nasional yang terlahir dan menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman Kiuola Noemuti TTU.
Dalam bincang bincang dengan KPK SIGAP, John sapaan Yohanes Knaofmone mengisahkan bahwa ia terlahir di kampung yang pada jaman itu belum ada listrik, mobil dan model model kehidupan kota, makan apa adanya dan minum air dingin yang tidak direbus/dimasak.
Saat SD pun bersekolah tanpa sandal atau sepatu.
Semasa kecilnya lebih banyak dihabiskan waktunya bersama hewan ternak piaran orang tuanya.
Selepas SMP di kampungnya, meninggalkan kampung halamannya menunju kota Kupang untuk yang pertama kalinya ijakan kaki di ibu kota provinsi NTT guna melanjutkan pendidikannya di SMAK Giovani Kupang, sekolah yang memiliki take record tinggi dan luar biasa di kota Kupang dan NTT dimana kebanyakan siswanya adalah anak kota, anak pejabat dan anak cina, diera awal tahun 80 an.
Banyak kesulitan dialaminya dalam upaya mengadaptasikan dirinya baik untuk bersama teman teman sekolah yang nota bene 90% anak kota maupun lingkungan sekolah dan tinggal yang sudah bergaya kota .
Namun atas dorongan kemauan dan tekad yang kuat akhirnya dapat melewati berbagai tantangan hingga menyelesaikan pendidikan SMA dengan prestasi yang gemilang di tahun 1985.
Langkah selanjutnya ada sama dengan berbekal semangat dan kemauan yang membara akhirnya memasuki Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA ) Kupang jurusan Matematika.
Semasa perkulian ikut terlibat dalam berbagai kegiatan baik di lingkungan kampus maupun diluar kampus termasuk ikut berkecimpung sebagai pelatih koor di seputaran kota kupang.
Selamat kuliah kemudian menjadi PNS, guru matematika pada SMA N 3 Kupang hingga pensiun .
Semasa menjadi guru, atas berbagai semangat juang mendorongnya untuk tetap giat belajar belajar. Hasil usaha kerasnya sebagai guru setelah melewati berbagai proses dan persyaratan akhirnya mendapatkan rekomendasi menjadi Instruktur matematika untuk para guru guru matematika SMA se NTT 2013 saat dimana giat giat melakukan implementasi Kurikulum 13 yang disingkat K13. Selanjutnya
erdasarkan penilaian dari pihak pihak atasnya maka pada tahun 2024 menjadi Instruktur Matematika Nasional. Sebuah ruang prestasi yang kadang sulit untuk diraih anak anak dari kampung .
John katakan bahwa Ilmu dan pengetahuan Matematika bukanlah ilmu yang sulit dan sukar. Tergantung pada pribadi setiap orang jika menyukai dan berusaha dengan serius maka sesulit dan seberat apapun terhadap apa yang digeluti pasti akan dapat tercapai dengan sukses .
Perjalanan waktu telah membawa John memasuki masa pensiunnya sebagai PNS. Kini waktu luangnya sebagai pensiunan digunakan untuk memberi les privat matematika dan tetap aktif sebagai pendamping, pelatih pada kegiatan koor/ paduan suara di lingkungan gereja.
Pesan John kepada para orang muda bahwa hidup itu tidak selamanya akan susah dan rumit ketika dijalani dengan memiliki kemauan dan komitmen yang kokoh untuk berjuang..
(KPKsigap – RED – Yohanes)




