KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI
KEPALA Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi, Ahmad Bisri mengatakan mulai Desember 2024 ini di beberapa daerah di Banyuwangi tingkat curah hujan tinggi, terutama di Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Licin, Songgon, Sempu, Genteng, Bangorejo, Siliragung, dan Kalibaru, “Wilayah Cluring dengan curah hujan tinggi hanya di sebagian wilayah saja, sisanya curah hujannya menengah,” katanya.
Di wilayah yang memasuki tingkat curah hujan menengah, jelas dia, di Kecamatan Tegaldlimo, Purwoharjo, Muncar, Rogojampi, Kabat, dan Banyuwangi, “di wilayah Kecamatan Pesanggaran juga masuk curah hujan menengah,” terangnya.
Kondisi itu, jelas dia, dipengaruhi oleh suhu muka laut yang meningkat. Akibatnya, pasokan uap air di atmosfer naik drastis, udara pun jadi lembab, sehingga awan hujan mudah terbentuk, “Di wilayah tertentu hujan tak pernah berhenti,” kata Bisri.
Selain itu, ungkap dia, ada pertemuan angin dan gelombang atmosfer yang membuat awan hujan semakin banyak, Akibatnya, hujan lebat atau ringan bisa terjadi kapan saja, bahkan disertai petir dan angin kencang, “Di beberapa daerah ada banyak pohon tumbang, seperti di Sukomade, dan di Srono ada banyak pohon tumbang,” cetusnya.
Banyaknya kejadian genangan air yang meluap di sebagian wilayah, itu akibat sering dan derasnya hujan, Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengantisipasi adanya banjir di wilayahnya, “Selalu pantau juga saluran drainase, jika ada yang tersumbat segera bersihkan,” ujarnya.
Menurut Bisri, hujan deras yang disertai angin kencang diperkirakan mencapai puncaknya pada Januari 2025 mendatang dan dihimbau bagi seluruh daerah warga masyarakat kabupaten Banyuwangi agar tetap selalu waspada akan potensi curah hujan tinggi, “Diperkirakan musim hujan akan berakhir selesai pada awal Februari tahun depan,” ungkapnya.ungkap:(Tim/Investigasi Kpk Sigap)




