Pacar, KPK-SIGAP. Com – Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Benteng Tinggil untuk pertama kalinya berhasil melaksanakan kegiatan simbolis panen perdana sayuran jenis sawi, kangkung, mentimun, dan terung diatas lahan seluas seperempat hektar are milik Frans Aoni Dkk di Wera, Dusun Wera, Desa Pacar, Kec. Pacar, Kab.Manggarai Barat, Flores – NTT, Selasa (9/9/2025).
Direktur BUMdes Benteng Tinggil, Ferdinandus Hardin, kepada media ini, melalui pesan singkat WhatsAppnya, Rabu (10/9/2025) menyatakan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas program pemerintah lewat dana ketahanan pangan, yang pengelolaannya dipercayakan kepada BUMdes. Direktur Ferdi, menilai kegiatan budidaya sayur-sayuran yang telah dijalankan sejumlah kelompok yang berafiliasi dengan BUMDes yang dipimpinnya, merupakan upaya membuka peluang kerja, sekaligus peluang bagi dunia usaha sektor holtikultura. Ia berharap panen simbolis dapat membuka mata dan meyakinkan banyak pihak untuk mendukung kiprah BUMdes agar lebih berkembang kedepannya. Bagi Ferdi, kegiatan ini bisa menjadi media promosi untuk dikenal lebih luas.
” Harapan saya sebagai Direktur, untuk panen simbolis ini sebagai motifasi bagi masyarakat bahwa BUMdes tidak jalan sendiri tapi banyak pihak yang mendukungnya. Ini sebagai motifasi bahwa BUMdes tidak berjalan sendirian,” tuturnya.
Hadir dalam kegiatan ini ; Direktur Benteng Tinggil bersama seluruh perangkat, Babinsa Pacar, Camat Pacar, Ferdy Pelong,
Kepala Desa (Kades) Pacar, Yulianus Sarnudin bersama segenap staf, BPP Pacar Beny Mursono, Petani pemilik lahan sayur bersama sejumlah warga Dusun Wera.
Kegiatan diawali sambutan Kades Pacar, disusul laporan kegiatan oleh Direktur BUMdes Benteng Tinggil, arahan teknis dari BPP Pacar, serta arahan panen simbolis dari Camat Pacar.
Kades Pacar, dalam sambutannya, membeberkan penanaman sayur ini untuk sementara dilakukan di empat dusun dari lima dusun dalam wilayah desanya. Dusun Wera seluas seperempat Ha adalah satu dari empat dusun yang panen lebih awal, menyusul hari berikutnya, Rabu (10/9/2025). Sementara dua dusun lainya, Leko dan Pacar masih dalam proses pengolahan lahan menuju penanaman. Jenis tanaman yang ditanam berfariasi. Dusun Wera khusus sayur Sawi, Terung ungu dan mentimun. Sedangkan untuk Dusun Wangkung ditanami Sayur sawi, Terung ungu, cabe diatas lahan seluas seperempat Ha. Adapun Dusun Leko dan Pacar direncanakan untuk ditanami Tomat dan Terung. Dua dusun terakhir ini menurut Kades Yulianus direncanakan untuk dijadikan Agro Wisata, khususnya di tanah milik Desa seluas setengah Ha.
Lebih lanjut, Kades Yulianus mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan pertanian dan harapan, termasuk kerja keras, kebersamaan dan berkat dari alam. Baginya, selain mengungkap rasa syukur, panen simbolis ini juga mengandung harapan akan hasil panen yang lebih baik di masa mendatang dan kesuksesan di musim – musim berikutnya.
” Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan nilai agraris dan kebudayaan lokal yang mengajarkan tentang ketekunan dan rasa hormat terhadap alam, gunakan lahan tidur yang selama ini tidak difungsikan dengan baik dan dapat difungsikan dengan dan dapat berguna bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Kades Yulianus menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak ; pelaku Tani sayur di Dusun Wera, Pengurus BUMdes Benteng Tinggil Pacar, Camat Pacar, dan Tenaga Teknis BPP Kecamatan Pacar yang sudah mengambil bagian mendukung dengan memberikan cara terbaik dalam proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pemetikan/pemanenannya.
Pada kesempatan yang sama , Camat Pacar, Ferdy Pelong dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap kelompok masyarakat atas apa yang telah mereka lakukan. Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Kades Pacar, dan Pengurus Benteng Tinggil.
Bagi Camat Ferdy, dengan adanya panen simbolis ini menunjukkan bahwa masyarakat bisa merespon positif, sekaligus indikasi kesiapan mendukung program pemerintah saat ini makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Pacar. Terutama untuk menyuplai kebutuhan protein nabati dan hewani menuju terciptanya Generasi Emas Indonesia 2045.***
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.
Editor: Redaksi .




