BUMDES Desa Seuneubok Saboh Diduga Maraknya Di Manfaatkan Oleh Oknum Pengelola Untuk Kepentingan Pribadinya

KABUPATEN ACEH TIMUR– kpksigap.com, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP) Aceh akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja badan usaha milik desa (BUMDES) Seuneubok diduga tidak ada azas mafaat untuk Desa Seuneubok dan masyarakat di desa tersebut hingga saat ini BUMDES Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari menjadi salah satu sampel yang tidak maksimal,sampai saat ini (Minggu 16 Maret 2025)
Anggota tim sosialisasi pengelolaan Bumdes dari (BPKP) Perwakilan Aceh, menyampaikan, hasilnya pengamatan tersebut, ditemukan ada beberapa hal penyebab pengelolaan (BUMDES) Desa Seuneubok Saboh tidak efektif. Ujarnya
“Sebagian besar di antaranya BUMDES di Desa Seuneubok Saboh, itu belum memiliki IUP- Banda Usaha Milik Desa, Seuneubok (BUMD)  tersebut juga belum memiliki  berbadan hukum. Sehingga, sulit nya untuk mengakseskan permodalan dari lembaga perbankan,” kata, sosialisasi (BUMDES) saat di komfirmasi oleh media ini di aula Kantor tempat kerjanya, pada hari, (Kamis 13 Maret 2025)
Bumdes Seuneubok Saboh -Kecamatan, Pante Bidari Aceh Timur, faktor perencanaan bisnis Desa pengembangannya tidak bermanfaat sama sekali dan potensi (BUMDES) di Desa masih sangat lemah namun hasil dari pendapatan Badan Usaha Milik Desa Seuneubok Saboh juga maraknya disinyalir, untuk kepentingan pribadi nya oleh oknum-oknum pengelola BUMD yang begerak di bidang kebun kelapa sawit yang hasilnya masih produktif sudah dua periode di kelola BUMD tersebut sampai hari ini BUMDES Desa menjadi titik lemah. diduga kuat Sekretaris (BUMDES) atau pengelolanya (Ridwan Thalib) belum bisa mengembangkan sumber daya khas desa
Selain itu, lanjut, (Saipul) juga para pengelola BUMDES desa jangan seolah-olah BUMD desa itu punya kalian BUMD itu punya masyarakat di Desa Seuneubok Saboh jangan merasa itu milik pribadi kalian, kata Saipul pada media ini, hingga mereka kesulitan dalam melakukan upaya karena memang tak mampu bersinergi dengan pihak ketiga. Sehingga, seringkali produk hanya tidak laku di pasar, kata Saifuddin Ismail
“Penyusunan laporan keuangan yang sesuai ketentuan, itu juga masih menjadi PR bagi para pengelola BUMDES desa,” katanya
Bertolak belakang dari kondisi yang saat ini terjadi di Desa Seuneubok Saboh itulah, Saipul Ismail. menyiapkan tim untuk melakukan sosialisasi pengelolaan BUMDES, desa agar kinerja oknum pengelola BUMD dapat meningkatkan dan mendukung pendapatan aslinya untuk (PAD) Desa Seuneubok Saboh,
“Para pengelola BUMDES desa diharapkan paham tentang tata cara manajerial dan pelaporan keuangan, agar terhindar dari berbagai permasalahan yang sudah terjadi di Desa selama ini apa lagi terkait masalah hukum. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat desa,” BUMDES itu wajib memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pendapatan asli untuk desa tersebut,” pungkasnya.
“Saat di minta tanggapan oleh masyakat desa terkait pendapatan BUMD desa diduga Seketaris BUMG Desa Seuneubok Saboh, yang bernama, Ridwan Thalib Kebakaran Jeng got, sampai saat ini belum memberi penjelasannya,.
KPK Sigap -Red –  Saipul Ismail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *