Bukan Tilang, Polantas Ponorogo Justru “Cegat” Pengendara dengan Helm dan Cokelat

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

PONOROGO – Ada pemandangan tak biasa di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Ponorogo, pada Selasa (10/2/2026) pagi. Ketegangan yang biasanya menyelimuti wajah pengendara saat melihat barisan polisi seketika mencair menjadi senyum lebar.

 

Dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Ponorogo menggelar aksi simpatik. Alih-alih mengeluarkan surat tilang, petugas justru membagikan bunga, cokelat, hingga helm gratis bagi pengendara yang terbukti tertib berlalu lintas.

 

Kejutan bagi Pengendara Tertib

Suasana hangat terlihat saat Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, menghentikan salah satu pengendara motor. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen secara humanis, pengendara tersebut justru mendapat “hadiah” manis.

 

“Selamat pagi, Mbak. Ini dalam rangka Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2026. Karena surat-surat lengkap dan anaknya sudah memakai helm, ini ada cokelat dan bunga dari kami sebagai bentuk apresiasi,” ujar AKP Dewo ramah.

 

Aksi ini juga menyasar para pelajar. Fitri Nur, seorang siswi SMK asal Kecamatan Sampung, mengaku sempat kaget namun merasa lega. “Sekarang sudah punya SIM, jadi bisa naik motor sendiri. Yang penting bawa SIM, STNK, dan motor standar. Kalau tertib ternyata malah dikasih hadiah, bukan ditilang,” ungkapnya.

 

Edukasi Keselamatan untuk Buah Hati, Salah satu poin utama dalam aksi ini adalah perhatian terhadap keselamatan anak-anak. Petugas secara khusus membagikan helm gratis kepada orang tua yang membonceng anaknya namun belum melengkapi sang buah hati dengan pelindung kepala.

 

AKP Dewo bahkan turun tangan langsung memasangkan helm tersebut ke kepala anak-anak. “Sayangi anaknya ya, Bu. Ini kami pakaikan helm supaya aman. Masih banyak orang tua yang lupa memakaikan helm pada anak jika jaraknya dekat. Hari ini kami berikan sebagai pengingat,” jelasnya.

 

Fokus pada Langkah Edukatif

Meskipun bersifat simpatik, Operasi Keselamatan Semeru tetap memiliki target sasaran yang jelas. Berdasarkan data petugas, dari 58 pelanggaran yang tercatat, mayoritas masih didominasi oleh kalangan pelajar.

 

Strategi Polres Ponorogo dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026:

 

Preemtif & Preventif: Sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pemberian reward bagi yang patuh.

 

Represif Selektif: Penindakan tegas tetap diberlakukan bagi pelanggaran berat yang membahayakan nyawa.

 

Fokus Edukasi: Mengubah pola pikir pengendara agar tertib bukan karena takut polisi, melainkan demi keselamatan diri sendiri.

 

“Kami fokus pada edukasi ke pelajar. Tidak hanya tilang, tapi juga pendekatan langsung. Namun jika ada pelanggaran berat, tetap kami tindak sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkas AKP Dewo. sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *