
Manado, kpksigap.com, Kamis, 10 April 2025.
PT Bumi Suksesindo Grup (BSG), perusahaan yang bergerak di sektor energi dan infrastruktur strategis, resmi menetapkan arah baru melalui restrukturisasi manajemen dan penguatan struktur permodalan senilai Rp3 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar Rabu (9/4).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyepakati dua keputusan penting: pengangkatan lima anggota Dewan Komisaris baru untuk periode 2025–2030 dan komitmen penyuntikan modal secara bertahap hingga delapan tahun ke depan.
Perombakan Strategis Dewan Komisaris
Posisi Komisaris Utama kini dijabat oleh Ramoy Markus Luntungan, menggantikan Edwin Silangen. Ramoy bukan sosok asing di panggung politik Sulut—ia merupakan Ketua Tim Pemenangan Gubernur Yulius pada Pilkada 2024. Penunjukannya dinilai sebagai langkah strategis mempererat sinergi antara BSG dan pemerintah daerah maupun pusat.
Susunan lengkap Dewan Komisaris BSG periode baru:
1. Ramoy Markus Luntungan – Komisaris Utama
2. Max Kembuan – Komisaris
3. Sam Sachrul Mamonto – Komisaris Independen
4. Jacklyn Koloay – Komisaris Independen
5. Djafar Alkatiri – Komisaris Independen
Penambahan tiga komisaris independen mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pasal 108 dan 120, serta Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014. Tujuannya jelas: memperkuat pengawasan, menjamin objektivitas pengambilan keputusan, dan memastikan transparansi korporasi.
> “Kehadiran komisaris independen bukan hanya formalitas. Ini instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas perusahaan, terlebih saat memasuki fase ekspansi strategis,” terang pernyataan resmi BSG.
Komitmen Modal Rp3 Triliun untuk Ekspansi Nasional
BSG juga mengesahkan penyertaan modal hingga Rp3 triliun yang akan digelontorkan secara bertahap selama delapan tahun. Dana tersebut difokuskan pada:
– Penguatan infrastruktur operasional
– Pengembangan inovasi energi ramah lingkungan
Dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
> “Ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi kontribusi nyata untuk pembangunan berkelanjutan nasional,” tegas perwakilan manajemen BSG.
Investasi tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional, yang mendorong keterlibatan aktif swasta dalam proyek vital.
Dukungan Politik dan Harapan Masa Depan
Penunjukan Ramoy sebagai Komisaris Utama disebut-sebut akan memperkuat alignment antara BSG dan arah pembangunan Sulut yang dikawal Gubernur Yulius. Kolaborasi ini diharapkan mempermudah sinkronisasi proyek daerah dengan agenda nasional.
> “Struktur baru ini diharapkan membuka ruang inovasi, mempercepat pembangunan, serta mendongkrak kontribusi BSG terhadap perekonomian daerah dan nasional,” ujar sumber internal perusahaan.
Reaksi Pasar dan Stakeholder
Langkah strategis ini disambut positif oleh para pemegang saham. Restrukturisasi manajemen dan suntikan modal dinilai sebagai fondasi kuat untuk membangun daya saing, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi di tengah dinamika global.
* Catatan Hukum dan Tata Kelola: Langkah BSG konsisten dengan:
– UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
– UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
* POJK No. 33/2014 & 55/2015 tentang Tata Kelola Emiten & Komisaris Independen
Dengan pendekatan manajerial yang akuntabel, transparan, dan sinergis, BSG menegaskan diri sebagai katalisator pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kpksigap/Redaksi
Robby Wowor



