Di usia senja Juhuria ( 70) warga RT 01 Dusun Jedawair Desa Geliting Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka Flores NTT ini harus melewati masa sulit kehidupan ini dengan hidup sebatang kara dan kondisi sungguh memprihatinkan.
Penderita Katarak dan sakit persendian ini menempati sebuah rumah sempit yang berukuran 3×4 meter yang kondisinya jauh dari layak huni.
Walau akrab dengan kondisi hidup memprihatinkan semangat juang Nenek Juhu biasa disapa tidak mampu menghentikan tekadnya menghidupi dirinya tanpa bantuan dari keluarga.
Bermodalkan belas kasih tetangga memberikan kebun untuk digarap, Nene Juhu mengisi sisa- sisa hidupnya dengan memanfaatkannya untuk menanam jagung, kacang hijau, kacang kayu dan Ubi.
“Hasil dari kebun garapan seperti sayur kelor, daun ubi, kacang kayusaya jual untuk membeli sekilo beras untuk hidup. Kalau hasil jualan tidak laku, makan dari belas kasih tetangga, ” kata Nene Juhuria ketika disambangi kpksigap. com di kediamannya Dusun Jedawair Desa Geliting Selasa ( 11/2/2025) sore.
Tak hanya itu rumah Juhu sangat memprihatinkan. Dinding dilapisi cincangan bambu ( halar, bahasa Sikka-red) yang belubang- lubang sehingga dimalam hari dingin menusuk tubuhnya.
Sementara malam hari rumahnya hanya diterangi lampu asap. Tidak dilengkapi dengan MCK sehingga ingin buang air besar meminjam WC tetangga. Untuk merebahkan tubuhnya yang renta hanya ada sebuah tikar tipis dan sebuah bantal.
Mirisnya lagi tahun lalu nasib malang menimpa Nene Juhu, rumahnya ludes terbakar tak ada yang tersisa.
“Beruntung saya punya KTP sehingga kalau mau berobat tunjukkan saja KTP. Cuman kartu berobatnya yang belum dicetak baru karena stok di kantor BPJS kosong, ” katanya.
Tetangga Juhuria, ibu Marwiah ( 42) kepada media ini mengatakan kehidupan Nene Juhuria sungguh memprihatinkan. Hidup sebatang kara tanpa keluarga yang membantu.
“Sebagai tetangga kami selalu membantu Nene Juhuria. Di musim hujan seperti saat ini tiap malam tidur di rumah kami ini. Kami tidak tega melihat Nene Juhuria harus kedinginan di malam hari apa lagi Juhuria mengidap penyakit katarak, sakit pinggang dan persendian, “kata Marwiah.
Dikatakan, membantu sesama Islam yang susah sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang beriman. Perintah untuk tolong menolong dalam hal kebaikan difirmankan oleh Allah SWT.
Saat ini Nene Juhuria dengan tenaga yang tersisa di usia lanjut wanita yang memilih hidup bujang ini tidak berharap banyak. Hanya ada sejumput harap kiranya ia mendapatkan kehidupan yang layak.
Sebelum pamit Nene Juhuria minta kalau bisa ada yang tergerak hati membantu dia springbed karena tempat tidurnya hanya bentangan bambu cincang ( halar) langsung di lantai tanah.
MUSI RAWAS, kpksigap.com – Satlantas Polres Musi Rawas (Mura), sigap langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), adanya musibah terjadi kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas […]
Ogan Ilir-kpksigap.com-pembangunan jalan cor beton di Desa Santapan Timur Kecamatan Kandis Kabupaten ogan ilir diduga di kerjakan asal -asalan betapa tidak pembangunan jalan cor […]
Tenggarong, Kpksigap.com – Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah memimpin upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga Ke-78 Tahun 2025 di Lapangan Sepak Bola PT Pertamina EP […]