ACEH – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Razali, atau yang akrab disapa Nyakli Maop, meminta Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Aceh dan Sumatera.Langkah ini dinilai mendesak akibat menyusul dampak banjir besar yang terus meluas di Propinsi yang merupakan modal kemerdekaan NKRI melalui berkat perjuangan Indatu Bangsa Atjèh.
Nyakli Maop mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo dan rombongan ke Aceh baru-baru ini yang telah menyalurkan bantuan berupa pangan, pakaian, hingga rencana perbaikan rumah bagi korban terdampak. Namun, ia menilai bantuan tersebut belum cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat secara permanen.
“Jika kita lihat di lapangan, apa yang telah diberikan dan dijanjikan pemerintah belum berdampak signifikan bagi korban untuk memulai kembali kehidupan mereka kembali tanpa adanya campur tangan pihak yang hanya memberikan harapan palsu,apa menambah beban dan dampak negatif skala besar, terkhususnya terhadap korban banjir juga Bansa Atjèh pada umumnya” ujar Nyakli Maop melalui rilis pers yang diterima redaksi KPK-SIGAP, pada Kamis (15/1) via whatshap.
Selain itu nyakli menambahkan ” jika kita teliti dengan akal sehat,banjir bandang terjadi,pasti ada sebab meakibat asal muasal, pastinya,jika di kalkulasi, belum seberapa dengan hasil alam yang yang di nikmati oknum-oknum yang rakus dan tamak,tanpa mengingat bagaimana kehidupan generasi anak-anak negeri di masa yang akan datang serta keberlangsungan kehidupan satwa,juga kelestarian alam(hutan) yang merupakan salah satu paru-paru dunia dalam mengantisipasi pemanasan global”. Tutupnya dengan penuh kecewa.(Zulfikri/Tim)




