Blitar | Kpksigap.com —Penyelidikan kasus penyerangan Mapolres Blitar Kota berbuah temuan mengejutkan. Dari 143 orang yang diamankan, polisi justru berhasil mengungkap adanya ladang ganja di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, mengungkapkan temuan itu bermula saat salah satu pelaku yang ditangkap menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu sekaligus ganja. Dari sinilah polisi menelusuri asal-usul ganja hingga menemukan lokasi penanaman.
“Awalnya kami ragu, tapi setelah dicek ke lapangan, ternyata benar ada tanaman ganja di wilayah Krisik. Jumlahnya cukup banyak sehingga bisa disebut sebagai ladang ganja. Saat ini kami sedang melakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Titus, Rabu (3/9/2025).
Menurut Kapolres, Desa Krisik berada di lereng timur Gunung Kelud, kawasan sepi dan berhawa dingin, sehingga dianggap cocok untuk menanam ganja. Dari hasil penyelidikan sementara, tanaman itu diduga sudah dibudidayakan sejak dua tahun terakhir.
Polisi juga telah mengamankan orang yang menanam ganja tersebut. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku penanaman tidak terlibat dalam penyerangan Polres. Yang terlibat justru pihak pembelinya.
“Saat ini kami baru saja kembali dari lokasi setelah mencabut seluruh tanaman ganja. Untuk kasus sabu, penyelidikan masih dikembangkan guna mengungkap jaringan pengedarnya,” imbuh Titus.
Kini, Satresnarkoba Polres Blitar Kota telah mencabuti seluruh pohon ganja di lokasi dan menjadikannya barang bukti. Polisi masih mendalami kasus ini guna membongkar kemungkinan jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.
“Kami yakin masih ada pengembangan lebih lanjut. Detailnya akan disampaikan kemudian,” tegas Kapolres Blitar Kota itu.
Redaksi | Pramono




