Sonder, Minahasa, kpksigap.com, Sabtu, 28 Juli 2025.
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, menunjukkan kepemimpinan yang peduli terhadap masa depan lingkungan hidup dengan menghadiri kegiatan spektakuler bertema “Menanam Pohon Sekarang, Selamatkan Nafas Masa Depan” yang digelar oleh Kelompok Pecinta Alam Bebas (KPAB) Maesa Sonder bersama komunitas pecinta alam se-Sulawesi Utara, Jumat–Sabtu, 25–26 Juli 2025, bertempat di kawasan wisata alam Tutuasan Waterfall, Desa Kauneran Raya.
Kegiatan ini mencakup penanaman pohon, camping ground, dan edukasi cinta lingkungan kepada generasi muda. Seluruh kegiatan dikemas dalam nuansa kebersamaan antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wabup Vanda membawa pesan hangat dari Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si., MAP, serta mengapresiasi semangat peserta dalam menjaga alam.
“Hari ini kita bukan hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan dan kehidupan. Saya bangga menyaksikan kebersamaan luar biasa yang ditunjukkan oleh semua pihak, termasuk anak-anak muda dan komunitas pecinta alam. Pendidikan cinta lingkungan harus dimulai sejak dini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujar Wabup Vanda dengan penuh semangat.
Ketua KPAB Maesa Sonder, Jemsy Lontaan, menekankan bahwa aksi ini merupakan bukti nyata bahwa komunitas pecinta alam memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami sadar bahwa bumi tidak butuh kita, tapi kitalah yang butuh bumi. Maka menjaga alam adalah tugas mulia yang harus dilakukan bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia, Steven Limbat, menambahkan bahwa penanaman pohon memiliki dampak langsung pada ketahanan lingkungan dan keberlangsungan hidup manusia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap pohon yang ditanam adalah investasi untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelas Steven.
Selain komunitas dan pemerintah, peran aktif dari tokoh-tokoh lokal juga sangat terlihat, termasuk Kepala Desa Timbukar, “Denny Engka”, yang hadir langsung di lokasi dan turut membantu secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan ini.
“Keterlibatan pemerintah desa menjadi bukti nyata bahwa semangat cinta alam telah mengakar sampai ke tingkat akar rumput. Terima kasih kepada Hukum Tua Timbukar yang telah hadir dan ambil bagian dalam aksi nyata ini,” ucap panitia dalam ucapan terima kasihnya.
Kegiatan ini juga mempromosikan destinasi wisata Tekaan Tutuasan dan situs budaya Batu Panjang, serta mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Kegiatan ini sukses besar dan mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain: Kepala BPBD Minahasa, Danramil Sonder, Sekcam Sonder, para Hukum Tua se-Kecamatan Sonder, tokoh masyarakat dan agama, serta komunitas pecinta alam dari seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, aksi ini menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat alam sebagai warisan generasi masa depan.***




