Sorotan Paskah Di Tengah Perjalanan Tahun Yubileum 2025 Di Gereja Stasi Santa Theresia Urung Pigang, Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure

Sikka, KPK-SIGAP.COM //
Diawal komentator yang dibacakan oleh Mama Yuyun, umat Lingkungan Santu Rafael, Stasi Santa Theresia Urung Pigang, Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, Keuskupan Maumere yang menanggung Liturgi Hari Raya Paskah, Minggu, 20 April 2025 di gereja Stasi,  “…bahwa Allah dengan kebangkitan Putra-Nya Yesus Kristus, memberikan harapan akan kedamaian  dan sukacita bagi manusia. Warta Paskah ini sekaligus hendak mengajak kita sekalian, untuk manusia Paskah bagi dunia, sukacita, kegembiraan bagi dunia. Kita harus mampu memulihkan situasi buram dunia saat ini dengan spirit Kebangkitan Kristus “Kamu Adalah Saksi Dari Segala Sesuatu Yang Diperbuat-Nya”.
Diawal perayaan Ekaristi yang agung ini, diawali dengan lagu yang meriah dan merdu serta diikuti dengan irama tarian yang indah oleh anak – anak simbol malaikat – malaikat kecil bersukacita karena Yesus Bangkit dari alam maut mengiringi barisan masuk para misdinar, petugas Lektor Ibu Paskanista Yeli dan Bapak Bosco serta Frater Chandra yang mengapiti Pater Sukirman,CP menuju Altar Tuhan.
Sapaan  diawal Perayaan Ekaristi, Pater Sukirman,CP menyampaikan “di hari Minggu Paskah ini kita kembali berkumpul bersama di dalam rumah Allah, Bait Allah yang suci dan mulia, kita mengalami sukacita, kegembiraan karena hari ini Tuhan sungguh bangkit. Ia telah mengalahkan maut dan kematian. Oleh karena itu kita diajak kembali disucikan, dimurnikan oleh Tuhan yang memiliki kerahiman dan belaskasih Tuhan yang tak ada batasnya. Kebangkitan Tuhan adalah Kebangkitan kita sebagai umat Allahuma.
Perayaan Paskah yang yang dinanti – nantikan oleh umat Stasi Santa Theresia Urung Pigang, Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, sungguh membawah sukacita dalam kemeriaan dengan hadirnya kelompok paduan suara yang merdu dan menggemah Lingkungan Santu Rafael yang dinakhodai oleh Bapak Frit bersama para pengurusnya yang begitu kompak dan memiliki kolaborasi kerjasama yang bagus.
Kelompok paduan suara Santu Rafael ini juga tenar berkat pelatih paduan Bapak Anton bersama pemain organisnya Bapak Yoris sehingga memukau seluruh umat yang hadir kurang lebih 1000 orang.
Pujian bagi kelompok paduan suara Santu Rafael datang juga dari Pater Sukirman Pemimpin Perayaan misa, Frater Stafanus Chandra Lawang, MI disapa Frater Chandra, Ketua Dewan Stasi Santa Theresia Urung Pigang Bapak Yosef Suyanto Nong Files, disapa Bapak Files, Wakil Ketua Dewan Stasi Santa Theresia Urung Pigang Bapak Agustinus Luis, disapa Bapak Luis, Sekretaris Dewan Stasi, Bapak Thadeus Mari, disapa Bapak Us.
Persembahan Paduan suara Santu Rafael ini, lebih hidup dan menyenangkan ketika pada lagu pembuka diawal perayaan disuguhkan dengan tarian dan nyanyian indah. Pada bagian Lagu antar bahan persembahan, kembali disuguhkan lagi tarian memuji dan memuliakan Allah sebagai penyerahan hasil karya manusia di muka bumi ini. Dan pada bagian penutup rangkaian upacara perayaan Ekaristi, kembali penari dari gadis – gadis cilik Santu Rafael mempersembahkan yang terbaik bagi Allah dan sesama umat yang hadir pada misa pagi itu.
Pater Sukirman mewartakan pesan paskah kepada seluruh umat yang hadir bahwa kebangkitan yang terjadi pada Yesus hanya satu kali. Bahwa Yesus mati dan bangkit dan tidak mengalami kematian lagi seperti manusia. Kebangkitan Yesus tidak sama dengan manusia yang mati lalu bangkit.
Bagi manusia setelah mati lalu dibangkitkan oleh Yesus, tetapi hidup manusia selanjutnya akan dan tetap mengalami kematian. Ujar Pater Sukirman dalam pesannya.
Pater Sukirman selanjutnya menyampaikan warta sukacita Injil bahwa salah satu kesaksian bahwa Yesus bangkit dari alam maut, dilihatnya kubur tempat Yesus dimakamkan, kosong jenasah Yesus dibaringkan. Kesaksian selanjutnya ialah Yesus menampakkan diri-Nya di beberapa muridnya.
Sehingga oleh Pater Sukirman menegaskan bahwa Salin Yesus dan kebangkitan-Nya adalah peristiwa iman. Hanya melalui iman akan kebangkitan Yesus dapat menyelamatkan dosa manusia. Akibat dari dosa yang dibuat oleh manusia Yesus menanggung salib penderitaan. Bagi manusia dosa akan membawah penderitaan bagi manusia itu sendiri ibarat penyakit menahun yang kena pada tubuh manusia secara badani, sakit, perih, luka, derita yang berkepanjangan. Seoerti Itulah gambaran bagian dari derita dosa.
Dalam acara resepsi sederhana yang dilakukan oleh kelompok Paduan Suara Lingkungan Santu Rafael, beberapa motivasi yang disampaikan oleh pelatih Paduan Suara Lingkungan Santu Rafael Bapaj Anton bahwa kelompok paduan suara ini sangat bagus dan selalu berkembang dari tahun ke tahun. Karena beliau mendampingi paduan suara Santu Rafael ini sudah 6 tahun lebih. Beliau memberikan harapan bahwa orang yang sukses adalah orang yang selalu belajar dari kekurangan. Menurut Pa Anton kelompok paduan suara Santu Rafael ini sungguh kompak, kerjasama yang bagus.
Pemain organis, Bapak Yoris, juga menyampaikan proficiat yang luar biasa kepada peserta paduan suara Santu Rafael yang memiliki keunggulan suara yang unik antara lain sopran dan alto. Pujian ini hendaknya memotivasi diri kepada kelompok paduan suara Santu Rafael, agar tetap eksis dan berkembang terus dari proses pembelajaran dari waktu ke waktu.
Hadir kembali diacara resepsi Ketua Dewan Stasi Santa Theresia Urung Pigang Bapak Yosef Suyanto Nong Files, menyampaikan bahwa kehadiran kelompok paduan suara Santu Rafael adalah persembahan terbaik dan sangat luar biasa. Sehingga Ketua Dewan Stasi Santa Theresia Urung Pigang yang sudah berkoordinasi dengan pengurus dewan inti lainnya bahwa dalam rangkah kegiatan mengikuti perlombaan Paduan Suara Gerejani tingkat paroki Santa Maria Magdalena Nangahure di hari Syukuran Pesta Perak Paroki di tahun ini, kelompok paduan suara Santu Rafael diutus mewakili Stasi.
Bapak Agustinus Luis, Wakil Ketua Dewan Pastoral Stasi menyampaikan kepada Kelompok paduan suara Santu Rafael, ” It”s the best “.
Ketua Lingkungan Santu Rafael, Bapak Frit dengan suara tertatih – tatih karena terharu mendapat pujian bertubih – tubih dari semua yang hadir kelompok yang dinahkodainya. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua anggota kelompok paduan suara yang telah bekerjasama dalam suka dan duka. Harapannya agar mari kita belajar dari pengalaman – pengalaman dan memelihara kekompakan kita. Hanya dengan modal ini kita bisa maju dan berkembang dengan baik.
“Kepercayaan Ketua Dewan Stasi bersama pengurus dewan stasi lainnya yang mengutus kelompok paduan suara kita mewakili stasi, kita siap menerima tugas mulia ini”.  Pungkas Bapak Frit mengakhiri kesan dan pesan pada acara ini.
KPK-SIGAP, Sikka Stefanus Keban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *