Mempawah,kpksigap.com – 22 Maret 2025 – Menjelang arus mudik Idul Fitri, kondisi ruas Jalan Nasional Batas Kota Mempawah–Sungai Pinyuh justru semakin memprihatinkan.
Proyek pelebaran jalan senilai Rp 146,9 miliar yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi pengendara malah berubah menjadi mimpi buruk. Lubang-lubang menganga bak jebakan “Batman” tersebar di berbagai titik, meski pengaspalan baru saja dilakukan.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (22/3) mengungkap fakta mengejutkan: tidak ada lagi aktivitas pengerjaan proyek yang menyedot anggaran ratusan miliar ini. Alat-alat berat terparkir di tepi jalan, pekerja menghilang, dan proyek tampak terbengkalai. Diduga kuat, pengerjaan tidak sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaannya asal-asalan.

Selain lapisan aspal yang tipis, kondisi jalan juga menunjukkan banyak ketidaksempurnaan. Kemiringan jalan tidak diperhitungkan dengan baik, sementara pemadatan aspal diduga tidak maksimal. Akibatnya, permukaan jalan bergelombang dan berlubang, meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pemudik.
Proyek ini dikerjakan oleh PT. Odyssey Sarana Mandiri KSO PT. Bayu Karsa Utama dengan metode kontrak tahun jamak (multi years) menggunakan dana APBN 2022. Sayangnya, status proyek kini berada dalam kondisi kritis. Progres fisik masih jauh dari harapan, padahal masa kontrak telah berakhir dan hanya mendapat perpanjangan waktu hingga Maret 2025.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai penyebab mandeknya proyek ini. Namun, yang jelas, masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan ini. Jika dibiarkan, proyek yang seharusnya meningkatkan keselamatan justru bisa menjadi penyebab kecelakaan bagi para pemudik.

Pemerintah dan pihak terkait perlu segera turun tangan sebelum jalan ini benar-benar berubah menjadi jalur maut bagi pengendara.
Editor : Rahmad Maulana



