
Manado, kpksigap.com, Senin, 24 Maret 2025.
Banjir besar melanda Kota Manado, tepatnya di Kelurahan Paal 2 Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, pada Minggu (23/3), dengan ketinggian air mencapai lima meter. Merespons cepat kondisi darurat ini, Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyonzipur) 19/Yudha Karya Nyata, Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., langsung mengerahkan 15 personel di bawah pimpinan Letda Czi Deimsy Ronald untuk melaksanakan evakuasi warga terdampak.
Wilayah Lingkungan IV dihuni sekitar 300 Kepala Keluarga (KK), dan dari jumlah tersebut, 75 KK terdampak langsung akibat banjir. Evakuasi dimulai sejak pagi hari dan terus diintensifkan pada malam hari karena kondisi air yang terus meningkat.
Dalam pelaksanaannya, personel Yonzipur 19/YKN bekerja sama dengan Basarnas Manado menggunakan perahu karet untuk menjangkau area terdalam dan paling terdampak. Sedikitnya 30 KK yang berada di zona rawan berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Beberapa kendala sempat dihadapi tim evakuasi, terutama karena sebagian warga enggan meninggalkan rumah mereka, meskipun banjir telah mencapai atap rumah. Setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh tim gabungan TNI dan Basarnas, warga akhirnya bersedia dievakuasi dengan membawa barang seadanya.
Para korban banjir yang telah dievakuasi ditempatkan di tenda-tenda darurat milik TNI yang telah didirikan di lokasi aman. Di tempat tersebut, mereka mendapatkan tempat istirahat sementara yang layak dan bantuan logistik dasar.
Langkah cepat ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, khususnya Pasal 7 ayat (2) yang menyebutkan bahwa salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam.
“Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat bencana,” ujar Letkol Nazarudin.
Sinergi antara Yonzipur 19/YKN, Basarnas, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana dan meminimalisir korban jiwa serta kerugian materil. Selain evakuasi, tim juga siaga untuk mendistribusikan bantuan dan melakukan pemantauan terhadap potensi banjir susulan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan bantuan masih berlangsung, sementara kondisi cuaca di wilayah tersebut masih menunjukkan intensitas hujan yang tinggi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan instansi terkait terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Kpksigap/Redaksi
Robby Wowor



