Merasa Kebal  Kepala Dinas Kesehatan Ketapang Ngamuk Tantang Wartawan Buktikan Kesalahannya

Ketapang,kpksigap.com – Bukan klarifikasi yang didapat, justru tantangan penuh emosi yang diterima wartawan saat berusaha meminta penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang. Dengan nada tinggi dan sikap defensif, ia menantang media untuk membuktikan tuduhan miring yang menyeret namanya terkait dugaan penyimpangan saat menjabat sebagai Direktur RSUD dr. Agoesdjam.

“Saya tidak pernah berbuat salah. Semua tuduhan itu tidak benar! Silakan buktikan kalau saya bersalah!” serunya lantang, seolah menantang bukan hanya jurnalis, tapi juga publik yang menuntut transparansi.

Alih-alih menenangkan isu, responsnya yang meledak-ledak justru semakin memperkeruh keadaan. Pasalnya, dugaan kasus yang mencuat bukanlah perkara kecil—mulai dari pembagian hasil jasa layanan umum dan BPJS yang tidak transparan hingga proyek pembangunan ruang bersalin yang mangkrak. Namun, alih-alih menjawab dengan data, ia justru memilih menyerang balik.

Pejabat Atau Penguasa?

Sikap keras kepala kepala dinas ini memicu pertanyaan besar: apakah ia merasa kebal hukum? Pengamat kebijakan publik dan aktivis transparansi geram melihat reaksi tersebut.

“Pejabat publik harusnya siap dikritik dan memberikan klarifikasi dengan fakta, bukan malah marah-marah dan menantang wartawan!” kata seorang aktivis anti-korupsi yang mengikuti kasus ini.

Sementara itu, di media sosial, rekaman pernyataannya viral. Netizen ramai-ramai mengomentari keangkuhannya, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pejabat ‘anti kritik’ yang lupa bahwa jabatan adalah amanah, bukan alat kekuasaan.

Bersih? Buktikan!

Jika memang merasa bersih, mengapa kepala dinas tidak membuka semua data dan transparan kepada publik? Mengapa justru memilih jalan konfrontasi? Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai tindak lanjut dugaan kasus tersebut.

Satu hal yang pasti: semakin keras ia menolak, semakin besar kecurigaan publik. Akankah tantangannya dijawab dengan bukti konkret, atau justru berakhir sebagai drama pejabat yang tak mau disentuh kritik.

Editor : Rahmad Maulana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *