FENOMENA OMPRENG ADALAH CERMINAN SINYALEMEN BANGSA

KPK SIGAP JATIM investigasi

ANGIN MALAM

Kebijakan makan gratis bagi anak didik sekolah hingga wabah ompreng atau Food trey yang sedang viral di bicarakan dimana mana…
adalah gambaran betapa ketatnya persaingan anak Bangsa dalam mempertahankan hidup dan kehidupan di bumi yang katanya subur makmur gemah rilah loh jinawi ini…

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM 

AKURAT DAN BERIMBANG 

Mengaca pada pendapat umum secara awam. Negara Indonesia saat ini sedang dalam kategori tidak baik-baik saja. Hal ini bisa kita rasakan dalam kesehariannya, dengan ramainya isu informasi pada media social yang memberikan sinyalemen pada proses ketidak berdayaan terhadap pengelolaan Negara dan masyarakat semakin terbuka untuk mengkritik pemerintah yang sekeras kerasnya.

Potensi ini terlihat pada kejadian-kejadian terhadap kesulitan pemerintah dalam hal pengelolaan terhadap asset negara dan atau kekayaan Negara yang dilandasi dengan kekuatan kekuatan manipulative koruptif yang semakin tak terbendung, dalam upaya memenuhi kepentingan kelompok oligar dan atau pribadi. Semakin parah lagi ketika kelompok oligar terbentuk dengan kekuatan masyarakat pribumi sebagai pendukungnya yang berada di kekuatan kekuasaan kelompok yang menyusup didalam pemerintahan, baik eksekutif, legislative maupun yudikatif. Ibarat penyakit kanker, kemoteraphy merupakan penundaan sementara sebelum tiba kematian.

Ini mengindikasikan, bahwa program pengembangan dan atau Pendidikan bangsa jauh melenceng dari budaya dan peradaban yang dicita citakan oleh pendiri bangsa ini. Rasa keadilan sulit untuk didapatkan. Kejujuran semakin sulit ditemukan. Kemiskinan terpelihara dengan baik sehingga ternak kemiskinan berkembang biak dengan sangat pesat dari tahun ketahunnya. Masyarakat dijadikan sapi perahan guna menutupi kepentingan para oligar, dengan memanipulatif kenaikan di sector perpajakan. Keberpihakkan terhadap masyarakat semakin menjauh, dibandingan dengan perkembangan infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan distribusi oligarki dengan mengatas namakan pembangunan. Sistem hukum diporak porandakan sebagai alat kepentingan kekuasaan semata, dengan masifnya permasalahan konskwensi hukum yang tajam kebawah dan tumpul keatas.

Mentalitas bangsa yang semakin diperlemah, akibat system Pendidikan yang tidak sesuai dengan perkembangan budaya bangsa, mengakibatkan moralitas bangsa semakin bobrok dan rasa nasionalisme kebangsaan semakin menghilang …..

*Mau kemana Bangsa ini ? Apakah kita masih Indonesia ? Apa sebenarnya yang kita tunggu dalam keadaan seperti sekarang ini ?*

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM 

Masyarakat dituntut harus bisa mandiri secara kolektif, untuk dapat bertahan hidup pada masa yang akan datang.
Tidak lagi hanya menunggu mengharap pemerintah dapat berbuat banyak. Jangan lagi berbicara tentang kedaulatan yang akan membuat kita lebih sengsara untuk dapat hidup dengan standar kehidupan yang layak.

Mari kita lakukan desentralisasi ekonomi pada kekuatan potensi lingkup yang lebih bisa memadai untuk kita bisa berkelanjutan, dengan menumbuh kembangkan kesadaran diri yang tinggi untuk bisa survive yang mungkin minimal bisa survival dimasa yang akan datang, ketika Negara sudah tidak lagi mampu menjamin kehidupan bernegara yang lebih layak untuk rakyat dan Bangsanya.Salam Semilir-

ANGIN MALAM

Ungkapnya TIM KPK SIGAP JATIM 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *