kukar, kpksigap.com – Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Edi Damansyah menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan di daerah ini diawali dengan program bedah rumah.
Hal ini dilakukan karena salah satu dari 14 variabel kemiskinan adalah rumah tidak layak huni. “Giat bedah rumah yang dilakukan oleh Pemkab Kutai Kartanegara melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Edi Damansyah.
Menurut Edi, warga yang memiliki rumah tidak layak huni telah didata untuk menerima program ini. Dalam beberapa kasus, rumah tidak hanya direnovasi, tetapi juga dibangun ulang karena kondisi kerusakan yang parah.
Pemkab Kutai Kartanegara berkomitmen menurunkan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 7,61 persen atau 60.857 penduduk miskin, berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024. Saat meresmikan rumah layak huni di Desa Prangat, Kecamatan Marangkayu, Edi juga menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0908/Bontang atas dukungan mereka melalui karya bakti bedah rumah. “Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, bahkan ke depan bisa ditingkatkan, yakni terkait kerja sama program ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan,” kata Edi.
Program bedah rumah ini akan terus berlanjut, dan para kepala desa diminta untuk mengawal pelaksanaannya. Setelah rumah layak huni selesai, pengentasan kemiskinan dilanjutkan dengan program pemberdayaan ekonomi. “Jika ada yang terbiasa bertani namun tidak punya lahan, ada lahan yang belum optimal digarap. Harap bisa dikawal oleh kepala desa dengan memberi bantuan, memberi pelatihan, dan lainnya, sehingga keluarga penerima manfaat bedah rumah ini bisa tertata perekonomiannya,” ujarnya. Edi juga menekankan pentingnya pengawalan lanjutan, termasuk memastikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat terus melanjutkan pendidikan. Ia menyoroti program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang dikhususkan untuk keluarga prasejahtera.
Penulis Hn Gea



