AMRJ Akan Gelar Aksi Demonstrasi, Desak PRABOWO SUBIANTO Pecat dan Proses Hukum Kader Gerindra Terkait Skandal Selingkuh JON KENEDI

 

Jakarta, kpksigap.com – 4 Maret 2025 – Aliansi Mahasiswa Riau Jakarta (AMRJ) mengumumkan rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis, 6 Maret 2025, pukul 10.00 WIB di Kantor DPP Partai Gerindra. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan salah seorang kader Partai Gerindra, Jon Kenedi, Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu terpilih 2024. Demonstrasi ini juga mendesak Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk mengambil tindakan tegas dengan memecat dan memproses secara hukum Jon Kenedi terkait viralnya video yang diduga menunjukkan perselingkuhannya dengan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial AM, yang masih berstatus sebagai istri orang lain.

 

Skandal ini telah menimbulkan polemik yang meresahkan di kalangan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan bukti pengakuan dari istri Jon Kenedi bahwa suaminya terlibat perselingkuhan. Video tersebut telah memicu kemarahan publik, terutama karena Jon Kenedi adalah seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

 

*Tuntutan AMRJ*

 

Dalam rilis resminya, AMRJ menyatakan bahwa aksi demonstrasi ini tidak hanya bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban moral Jon Kenedi, tetapi juga mendesak Partai Gerindra untuk membersihkan barisannya dari kader-kader yang terlibat dalam tindakan asusila dan merusak citra partai. AMRJ menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan telah menjadi persoalan publik yang merugikan masyarakat, khususnya warga Rokan Hulu.

 

“Kami mendesak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk segera memecat Jon Kenedi dan memprosesnya secara hukum. Partai Gerindra harus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas dan moralitas para kadernya. Kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena telah meresahkan masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap partai,” tegas Ketua Umum AMRJ, Rahmat Pratama.

 

*Polemik di Masyarakat*

 

Skandal ini telah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga tokoh-tokoh agama dan pemuka adat di Rokan Hulu. Banyak yang menilai bahwa tindakan Jon Kenedi tidak hanya melukai hati keluarga yang bersangkutan, tetapi juga merusak nilai-nilai moral dan etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Riau.

 

Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Rokan Hulu juga telah menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Jon Kenedi. Mereka menilai bahwa sebagai seorang pejabat publik, Jon Kenedi seharusnya mampu menjaga sikap dan perilakunya, terutama dalam hal yang menyangkut moral dan etika.

 

*Respons Partai Gerindra*

 

Hingga berita ini diturunkan, Partai Gerindra belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, desakan dari berbagai pihak, termasuk AMRJ, diharapkan dapat mendorong partai berlambang burung garuda ini untuk segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat menunggu apakah Prabowo Subianto akan memenuhi tuntutan untuk memecat dan memproses hukum Jon Kenedi, atau justru membiarkan kasus ini berlalu tanpa penyelesaian yang memuaskan.

 

*Aksi Demonstrasi 6 Maret 2025*

 

AMRJ mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda Riau yang berada di Jakarta, untuk turut serta dalam aksi demonstrasi ini. Aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengingatkan para pejabat publik dan partai politik agar senantiasa menjaga integritas dan moralitas dalam menjalankan tugasnya.

 

“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan dan pelanggaran moral yang dilakukan oleh para pejabat publik. Aksi ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap segala bentuk penyimpangan yang merugikan masyarakat,” pungkas Rahmat Pratama.

 

Dengan rencana aksi yang semakin mendekat, sorotan publik terhadap kasus ini diprediksi akan semakin besar. Masyarakat menunggu langkah tegas dari Partai Gerindra dan Prabowo Subianto untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *