Maumere, Sikka- kpksigap.com
Ketua Forum Bela rasa Difabel Nian Sikka ( Forsadika) Kabupaten Sikka Flores NTT Yosef Loku mengapresiasi Pemkab Sikka sudah tidak memandang sebelah mata lagi.Justru mereka sangat menghargai para penyandang Difabel.
Hanya persepsi bahwa kaum Difabel masih bergantung pada akses bantuan bukan pemahaman utk pemberdayaan.
“Maksudnya ketika keberadaan kaum difabel selalu dikaitkan dengan bantuan. Ketika koordinasi dengan pemerintah khususnya di desa tentang data jumlah difabel selalu mendapat jawaban mereka sudah diberikan bantuan melalui BLT, ” kata Yosef Loku kepada media ini Kamis ( 27/2/2025).
Ketika berbicara tentang difabel lanjut Yos, hal pertama yang harus dilakukan adalah sosialisasi pemahaman terhadap kaum difabel. Karena melalui kegiatan sosialisasi ini didiskusikan secara komprehensif tentang isu layanan disabilitas.
Ia juga menjelaskan anggota Forsadika saat ini berjumlah 544 orang yang tersebar di 26 kelompok disabilitas desa/ kelurahan.
Dari 26 kelompok ini akui Yos baru beberapa desa/ kelurahan yang mengantongi SK Pembentukan Kelompok Disabilitas di tingkat desa/ kelurahan.
Desa/ kelurahan dimaksud yaitu Kelurahan Wairotang, Kelurahan Wailiti, Kelurahan Kabor, Desa Namangkewa, Desa Tilang, Desa Magepanda, Desa Takeplagar, Desa Seusina dan Desa Watutedang.
Langkah strategis dari Forsadika agar masyarakat tidak melihat difabel sebagai orang yang dikasihani demikian Yos dengan memberikan edukasi melalui sosialisasi tentang isu disabilitas.
Selanjutnya sambung Yos lagi pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi anggota Forsadika dan juga promosi hasil karya mereka.
Yos juga memaparkan anggota Forsadika yang sudah mengakses pekerjaan di lembaga pendidikan adalah Sabinus Sarno sebagai tenaga kependidikan di SMPN Urunpigang Alok Barat dan Sipri Sadipun di SLB Karya Ilahi Pensip Maumere.
Sedangkan di Lembaga non pemerintah kata Yos ada satu orang anggota difabel Sikka Maria Yustanti Dua Mirong sebagai dealer motor di FIF Maumere.
“Kedepan saya berharap semakin banyak anggota Forsadika yang diterima di lembaga pemerintah atau non pemerintah sesuai dengan latar belakang pendidikan atau ketrampilan, ” ujar Yos.
Ram Difabel
Ram difabel merupakan jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan dan lebar tertentu untuk memudahkan akses antar lantai bagi penyandang disabilitas.
Menurut Yos, ram difabel yang sudah dibangun untuk akses penyandang disabilitas di kantor Imigrasi, Kejaksaan, Pertanahan, Pajak, Laboratorium, Kantor Daerah dan Dinas Sosial.
Selanjutnya di lembaga pendidikan kata Yos seperti SMP Negeri Alok, IFTK ( depan rumah sakit umum), Universitas Nusa Nipa Maumere, Kantor Truk- F, Gereja Thomas Morus, Gereja Lekebai. Gereja Watubala dan Kapela Kolibuluk di Waigete. Sedangkan di Paroki St. Gabriel Waioti dalam proses pembangunan.
Terkait ram difabel ini Pemerhati Penyandang Disabilitas Sikka Margaretha Helena mengatakan ada beberapa ram difabel yang belum memenuhi standar karena sangat terjal untuk pengguna kursi roda.
“Sebenarnya kalau sudah dibangun ram itu harus ada uji coba bagi pengguna kursi roda karena mereka yang menjalaninya sehingga tidak terkesan asal dibuat, ” terangnya.
Harapan Untuk Pemimpin Baru
Yos juga menitipkan harapan untuk Bupati dan Wabup Sikka periode 2025- 2030 Juventus Prima Yoris Kago- Simon Subandi Supriadi memberikan ruang bagi kaum difabel untuk mengakses pendidikan dan keterampilan sehingga penyerapan tenaga kerja secara merata.
“Kami berharap agar setiap OPD terkait dibentuk Unit Layanan Disabilitas karena bicara terkait isu disabilitas harus komprehensif, “pintanya.
Sebelumnya tutur Yos Forsadika mendorong agar Pemda Sikka bisa menetapkan Perda tentang partisipasi Disabilitas.
” Usulan ini sering kami sampaikan. Terakhir pada bulan Maret 2024 saat Musrenbang Kabupaten di Aula SMPK Fater Maumere. Saat itu Pj Bupati Sikka dan Anggota Dewan dari PKB Pak Manto menjanjikan tahun 2025 ini akan dibahas. Saya berharap semoga ini bukan hanya sebagai wacana tetapi sesuai pernyataanya akan kolaborasi dengan Caritas Keuskupan Maumere, ” tutupnya.
KPK SIGAP Sikka- Yuven




