Pontianak, kpksigap.com – Kalimantan Barat – Pejalan kaki di Jalan Ahmad Yani, Bangka Belitung Laut, dikejutkan oleh kondisi trotoar yang seharusnya menjadi jalur aman dan nyaman. Bukannya memberikan kenyamanan, trotoar ini justru tampak seperti “ranjau darat” dengan ubin yang pecah, ambles, dan bahkan ada bagian yang menganga tanpa material penutup.
Yang membuat warga heran, trotoar ini baru saja selesai dibangun. Namun, hanya dalam hitungan waktu singkat, kerusakannya sudah terlihat di berbagai titik. Pecahan beton berserakan, beberapa bagian terlihat rapuh, dan sebagian ubin bahkan tampak sudah tak kuat menahan beban.
“Kalau begini, ini bukan trotoar, tapi jalur ujian ketangkasan! Harus lihai melompat kalau nggak mau keseleo,” ujar syukur sambil menghela nafas, seorang warga yang setiap hari melewati trotoar tersebut.
Kondisi ini memicu pertanyaan apakah pembangunan dilakukan dengan material berkualitas rendah, atau ada kesalahan dalam proses pengerjaannya? Warga menduga ada unsur ketergesaan atau bahkan kelalaian dalam proyek ini, mengingat daya tahannya yang begitu rapuh.
Lebih dari sekadar estetika, ini soal keselamatan. Pejalan kaki, terutama lansia dan penyandang disabilitas, berisiko tinggi mengalami kecelakaan. Jika dibiarkan tanpa perbaikan, trotoar ini bisa berubah menjadi perangkap yang merugikan banyak orang.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak berwenang terkait kerusakan ini. Namun, satu hal yang jelas: trotoar yang seharusnya menjadi simbol kemajuan infrastruktur kini justru menjadi bahan cibiran warga. Akankah ada tindakan cepat, atau trotoar ini hanya akan menjadi contoh proyek “instan” yang mudah rusak? Warga menunggu jawaban.
Penulis : Rahmad Maulana




