Dari Desa Tambak Omben Sampang Ke Jakarta: Perjalanan Sukses H. Subaidi Dalam Bisnis Besi Tua

Jakarta – kpksigap.com
Dari Pulau Madura menuju ibu kota Jakarta, H. Subaidi telah menorehkan prestasi gemilang di dunia usaha. Dengan modal nekat, tekad yang kuat, dan kerja keras, ia berhasil merintis usaha jual beli besi tua yang kini telah mengharumkan nama keluarga dan warga Madura. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui kegigihan, kejujuran, dan komitmen yang tinggi.

Lahir pada 11 Januari 1979, di Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, H. Subaidi adalah anak sulung dari empat bersaudara. Sejak kecil, ia telah diajarkan untuk bekerja keras dan membantu orang tuanya. Ayahnya, H. Marhodin, dan ibunya, Hj. Muhayya, selalu menjadi inspirasi bagi Subaidi dalam berjuang untuk keluarga. Semangatnya untuk meraih kesuksesan demi membantu kedua orang tuanya dan adik-adiknya menjadi motivasi utama dalam perjalanan hidupnya.

Pada tahun 2007, setelah menamatkan pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan, H. Subaidi memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Mengadu nasib di kota besar dengan segala tantangannya, ia menjalani empat tahun pertama dengan penuh perjuangan, hidup seadanya, dan tidak jarang harus tinggal di tempat-tempat kumuh di sekitar Jakarta, seperti Kemayoran dan Cikini. Namun, kegigihan dan semangatnya untuk meraih impian tidak pernah pudar. Ia terus bekerja keras hingga akhirnya pada tahun 2012, usaha jual beli besi tua yang digelutinya mulai berkembang pesat.

Keberhasilannya di Jakarta tidak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi keluarga tercinta. Pada tahun yang sama, H. Subaidi membawa istri, Hj. Suniyah, dan kedua anaknya untuk menetap di Jakarta Pusat. Saat ini, ia dikaruniai empat anak yang membanggakan, yaitu Imanuddin (22), Imro’atus Sholeha (20), Alfin Bait (12), dan Aswin Naif (7). H. Subaidi menyebutkan bahwa doa orang tua, istri tercinta, serta dukungan dari tokoh inspiratifnya, Bapak Supardi, memiliki peran besar dalam kesuksesannya.

“Kesuksesan saya bukan hanya soal bisnis, tapi juga kebahagiaan keluarga. Saya sangat bersyukur bisa meraih impian saya dan melihat anak-anak tumbuh dengan baik,” ungkap H. Subaidi dalam wawancara eksklusif bersama kpksigap.com
di restoran Simpang Raya, Jakarta Timur.

H. Subaidi juga menceritakan betapa beratnya perjalanan menuju kesuksesan. “Pada awalnya, saya harus melalui banyak kesulitan, bahkan tinggal di kolong jembatan dan tempat-tempat kumuh lainnya di Jakarta. Namun, saya yakin bahwa setiap perjuangan pasti ada hasilnya,” tambahnya.

Dengan modal yang terbatas dan dukungan doa dari orang-orang tercinta, H. Subaidi berhasil meraih sukses di ibu kota dalam waktu empat tahun. Saat ini, ia dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang jual beli besi tua dan barang daur ulang. Ia memiliki perusahaan bernama PT. Catur Putra Timur yang bergerak dalam lelang properti dan barang-barang yang bisa didaur ulang, seperti besi dan alat tulis kantor. Dalam waktu singkat, ia mampu mengumpulkan kekayaan sekitar 12 miliar rupiah dan menjadi salah satu pengusaha sukses asal Madura yang diakui di Jakarta.

Selain itu, H. Subaidi juga dikenal sebagai sosok yang jujur dan telaten dalam menjalankan bisnisnya. Kejujurannya dan komitmennya dalam bekerja keras telah membuatnya dipercaya oleh banyak relasi bisnis. “Kejujuran, kerja keras, dan ketekunan adalah kunci utama dalam meraih sukses. Saya sangat senang menjalankan usaha ini, meskipun tidak mudah pada awalnya,” ujar H. Subaidi.

Tak hanya sukses secara pribadi, keberhasilan H. Subaidi juga memberikan dampak positif bagi komunitas Madura di Jakarta. Ia sering menjadi tempat rujukan bagi warga Madura yang datang ke ibu kota. Bahkan, baru-baru ini, H. Subaidi menyambut kedatangan tujuh aktivis wartawan dan LSM asal Sampang. “Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman asal Sampang dan memberikan dukungan bagi mereka yang ingin belajar dari perjalanan hidup saya,” ujarnya.

Saat ini, H. Subaidi memiliki 12 karyawan yang setia membantunya dalam menjalankan usaha. Ia juga memiliki kantor wirausaha di PT. Catur Putra Timur yang terletak di gedung Perkantoran Grahamir, Jakarta Pusat, serta gudang penampungan barang lelang di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Di penghujung wawancara, H. Subaidi memberikan pesan semangat bagi generasi muda Madura. “Jangan pernah takut untuk berusaha. Semua orang bisa sukses jika mau berjuang dan bekerja keras. Jangan lupa berdoa, karena doa orang tua adalah salah satu kunci keberhasilan,” pesan H. Subaidi yang kini menjadi inspirasi banyak orang.

Keberhasilan H. Subaidi membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan doa, segala impian bisa tercapai. Kisahnya menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus berjuang dan mewujudkan cita-citanya, tak peduli dari mana asalnya.

(KPKsigap – RED – Mr Abu Nawas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *