Banjarbaru, kpksigap.com Sabtu, 18 Januari 2025, Tim Banjarbaru Hanyar menggelar jumpa pers di Resto Kampung Kecil, Banjarbaru. Acara tersebut dihadiri oleh Prof Denny dan digelar bersama dengan Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) Banjarbaru.
Jumpa pers ini bertujuan untuk memberi penjelasan kepada publik terkait perkembangan persidangan sengketa hasil Pemilihan Walikota Banjarbaru 2024 yang saat ini tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).
Acara yang dimulai sekitar pukul 12.00 WITA ini diawali dengan makan siang bersama. Kemudian, pembahasan berlanjut pada pokok permasalahan sengketa hasil Pilwali Banjarbaru 2024, yang kini sedang dalam proses hukum di MK. Dalam kesempatan tersebut, Rahmadi Engot selaku Ketua GMPD Banjarbaru menyampaikan harapan besar kepada media untuk ikut membuka informasi kepada masyarakat.
Engot mengungkapkan pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat, sehingga masyarakat tidak lagi terjebak dalam spekulasi dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berdasar.
“Saat ini, sudah saatnya kita mengedepankan keterbukaan. Kami harapkan teman-teman media dapat mengakses informasi yang kami sampaikan, agar masyarakat tahu sejauh mana proses hukum ini berlangsung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Engot menjelaskan bahwa perjuangan tim hukum mereka tidak berakhir hanya pada aksi demo pada 2 Desember 2024 lalu.
“Banyak yang bertanya, apakah perjuangan ini hanya berhenti pada demo? Tidak. Kami masih melalui tahapan-tahapan hukum yang terus berjalan,” tambah Engot.
Dia mengingatkan bahwa persidangan pertama telah dilaksanakan dan sidang kedua akan berlangsung pada 20 Januari 2025 mendatang di MK.
Engot berharap, melalui pemberitaan yang disampaikan media, seluruh masyarakat bisa memahami bahwa proses hukum yang mereka tempuh adalah bagian dari usaha yang sah untuk mencari keadilan.
Menurutnya, setiap langkah yang diambil adalah bagian dari perjuangan panjang yang harus diketahui publik.
Sementara itu, Prof Denny yang turut hadir dalam jumpa pers juga mengungkapkan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh Tim Banjarbaru Hanyar.
Dia menilai bahwa proses hukum yang sedang berjalan di MK adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihormati.
Prof Denny juga menyarankan agar masyarakat terus mengikuti perkembangan yang ada dan tetap berpikiran terbuka terhadap hasil yang akan dikeluarkan oleh MK.
Tim Banjarbaru Hanyar juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan hukum yang mereka jalani.
Mereka berharap, dengan adanya keterbukaan informasi, publik bisa lebih memahami dan mendukung perjuangan yang tengah dilakukan untuk memperoleh hasil yang adil dalam pemilihan walikota tersebut.
Sebagai bagian dari tim hukum, Rahmadi Engot juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku, dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa hasil pemilihan benar-benar mencerminkan keinginan masyarakat Banjarbaru.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga demokrasi di Banjarbaru,” tegas Engot.
Pada kesempatan ini, Engot juga meminta agar media tidak hanya meliput peristiwa, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami ingin agar media turut berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa setiap langkah yang kami ambil adalah untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.
Jumpa pers ini berakhir dengan harapan besar agar proses hukum yang sedang berjalan dapat berjalan dengan lancar dan transparan, serta mendapat perhatian yang layak dari seluruh lapisan masyarakat.
Tim Banjarbaru Hanyar berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak demokrasi dan keadilan bagi masyarakat Banjarbaru melalui jalur hukum yang sah.
Editor: Mega



