KpkSigap.com,Mesuji, Lampung
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Mesuji, Aan Setiawan, angkat bicara terkait polemik dana publikasi yang terjadi di Kabupaten Mesuji. Aan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Ketua Apdesi Kabupaten Mesuji agar dana publikasi tidak dianggarkan pada tahun 2025.
Menurut Aan, dana publikasi yang sebelumnya berjalan lancar dari tahun 2015 hingga 2021 kini menjadi sumber konflik. “Sejak 2022 hingga 2024, pembagian dana publikasi justru memicu ketidakharmonisan di kalangan insan pers. Banyak yang mementingkan kepentingan pribadi sehingga hubungan antarwartawan menjadi tidak baik,” ungkap Aan pada Rabu (25/12/2024).
Ia juga menyayangkan situasi ini yang mencoreng citra Kabupaten Mesuji. “Kita malu dibandingkan kabupaten lain, di mana pengelolaan dana publikasi berjalan lancar tanpa konflik. Sementara di Mesuji, selalu ribut dan membuat gaduh,” tambahnya.
Sebagai solusi, Aan menyarankan agar dana publikasi dihentikan sementara pada tahun 2025 untuk menghindari polemik yang terus berulang. “Lebih baik tidak dianggarkan dulu, agar persaudaraan dan profesionalisme di kalangan wartawan dapat diperbaiki,” tutupnya.
Pernyataan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam upaya menciptakan keharmonisan dan integritas di lingkungan insan pers Kabupaten Mesuji.
(KPK SIGAP – RIDWAN)




