ACEH TIMUR, kpksigap.com,-
Kota Langsa KPKsigap Anggota DPR RI, yang terpilih kedua kalinya ke Senayan Jakarta pusat dari fraksi Golkar Daerah Pemilihan Dapil Aceh ll H Ilham Pangestu Anggota DPR RI Asal Aceh memberikan Apresiasinya terhadap program dari pemerintah republik Indonesia untuk masyarakat di Indonesia yang luncurkan menargetkan pembangunan program tiga 3 juta rumah setiap tahun nya,
Setiap tahun nya untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh H. ILHAM Pangestu anggota DPR RI Asal Aceh dari Fraksi Partai Golkar, setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Kementerian PUPR Republik Indonesia Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta,
Menurut. Ilham Pangestu, program
tiga 3 juta rumah per tahun ini merupakan sagat meaprisikan kinerja pemerintah dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, miskin terutama di daerah Aceh dan saya harapkan program tersebut dapat berjalan dengan lancar juga memenuhi harapan untuk rakyat di Aceh
Pasalnya, anggota DPR RI tersebut
yang juga merupakan salah satu tokoh publik beliau juga lagi memperjuangkan penggerak pembangunan untuk Aceh kini dalam rapat tersebut beliau juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait regulasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat kami dapat mengakses program program tersebut
ini, khususnya untuk setiap kategori perumahan, seperti rumah susun (rusun), rumah khusus, rumah swadaya, dan bantuan Sarana dan Prasarana, Sarana, Utilitas (PSU) program P3-TGAI Kelompok atau peningkatan jaringan irigasi BWS Balai Wilayah Sungai provinsi Aceh,
H. Ilham Pangestu juga menyoroti beberapa kategori dalam rapat pembahasan dengan menteri PUPR republik Indonesia seperti program rumah bantuan swadaya masyarakat dan (BSPS) yang selama ini telah berjalan dengan ribuan unit yang sudah direhabilitasi, namun masih terbatas pada jenis perbaikan rumah tersebut seperti rehabilitasi berat dan rehabilitasi ringan Ujarnya,
“Sebagai mana contoh, dalam kunjungan kinerja saya ke beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang Kota Langsa Aceh Timur Lhokseumawe Bener meriah dan Bireuen, Aceh, seperti Kecamatan Kota Juang, Peusangan Selatan,
Dan, beberapa kecamatan lainnya,
Di Aceh juga saya menemui kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk direhabilitasi dan rumah tersebut harus dibangun dari nol Dulu, regulasi hanya memperbolehkan perbaikan rumah dalam bentuk rehab berat dan ringan dengan anggaran antara lain
per satu rumah Rp 20 juta hingga Rp 35 juta. dengan adanya program tersebut masyarakat dapat digunakan nya tiga
3 juta rumah, per tahun kami berharap
ke depan nya dapat memfasilitasi pembangunan rumah yang di bangun dari nol hingga selesai,”
ungkap H Ilham Pangestu
Lebih lanjut, H Ilham Pangestu
anggota DPR RI Asal Aceh tersebut
juga menekankan bahwa seiring dengan kenaikan harga material dan kondisi ekonomi masyarakat yang baru-baru ini berubah, besarnya anggaran untuk rehab rumah seharusnya disesuaikan dengan harga material yang berlaku saat ini,
agar program ini dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kita
Dengan demikian saya mengimbau kepada Bapak Menteri PUPR Republik Indonesia, Perumahan Rakyat untuk segera menyusun rencana regulasi, petunjuk teknis pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknis (juknis) yang jelas dan terperinci,
sehingga program pembangunan 3 juta rumah tersebut dapat terealisasi dengan mudah segera dilaksanakan secara merata di seluruh Indonesia, terutama di Aceh, yang masih memiliki jumlah rumah tidak layak huni sama sekali bahkan cukup besar.
Program ini diharapkan tidak hanya menyediakan hunian tapih yang layak, untuk masyarakat kita di Indonesia agar dapat mengurangi angka kemiskinan, terutama di provinsi Aceh yang selama ini dikenal sebagai provinsi termiskin nya di Aceh sagat tertinggi angkat kemiskinannya tertinggi di Sumatera dan Aceh. Ujar H. Ilham
Anggota DPR RI dari fraksi partai Golkar juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan berbagai program untuk kepentingan masyarakat Aceh itu wajib teralisnya apa lagi program tiga 3 juta rumah per tahun untuk masyarakat Indonesia akan berkontribusinya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umumnya,
“khususnya di daerah Aceh. Hal ini sangat diharapkan masyarakat Aceh dapat menciptakan kesetaraan sosial yang lebih baik dan menurunkan angka kemiskinan juga ketimpangan ekonomi masyarakat di daerah provinsi Aceh tersebut.
(KPKsigap – RED – Saipul Ismail SF)




