KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
GENTENG – Masalah penumpukan sampah di saluran irigasi kembali dikeluhkan oleh masyarakat Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Aliran sungai yang berada di kawasan Dam Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, terpantau kerap dipenuhi oleh berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu penyumbatan, bau tidak sedap, hingga potensi banjir saat debit air meningkat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah yang mendominasi saluran irigasi tersebut sebagian besar merupakan limbah rumah tangga, mulai dari kemasan plastik, popok bayi sekali pakai, hingga sisa-sisa material organik. Sampah-sampah tersebut tampak tersangkut di beberapa titik aliran sungai dan pintu air Dam Cangaan, sehingga menghambat kelancaran arus air yang sedianya dialirkan untuk sektor pertanian warga.
Menurut penuturan salah seorang warga setempat, Pak Yepi (32), kondisi penumpukan sampah ini bukan hal baru. Ia menyebut kesadaran oknum masyarakat yang masih rendah dalam membuang sampah menjadi pemicu utama.
“Sampah-sampah ini biasanya hanyut dari arah hulu, lalu menumpuk dan tersangkut di sini (Dam Cangaan). Kalau dibiarkan terlalu lama, baunya mulai menyengat dan mengganggu warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai,” ujar Pak Yepi saat ditemui pada Senin (13/7/2026).
Ahmad menambahkan, warga secara swadaya terkadang melakukan kerja bakti untuk membersihkan area tersebut. Namun, upaya itu dinilai kurang maksimal karena volume sampah yang datang kembali selalu tinggi, terutama setelah wilayah tersebut diguyur hujan.
Dampak Serius Bagi Sektor Pertanian
Di sisi lain, maraknya sampah plastik yang berserakan di perairan ini mulai memicu kekhawatiran mendalam dari kalangan petani setempat. Pasalnya, Dam Dusun Cangaan memegang peranan vital dalam mendistribusikan air ke lahan-lahan pertanian di wilayah Desa Genteng Wetan dan sekitarnya.
Keberadaan limbah plastik di sepanjang saluran irigasi dinilai sangat menyusahkan para petani dalam mengelola tanaman mereka. Selain menyumbat pintu air dan mengurangi debit luapan yang masuk ke area persawahan, material plastik yang terbawa hingga ke petak sawah berpotensi merusak kesuburan tanah dan mengganggu sistem perakaran tanaman padi maupun palawija.
Petani terpaksa mengeluarkan tenaga dan waktu ekstra hanya untuk membersihkan lembaran plastik yang menyangkut di sela-sela tanaman agar pertumbuhan tidak terganggu.
Di sisi lain, tumpukan sampah di saluran irigasi ini juga mulai memicu kekhawatiran dari kalangan petani setempat. Pasalnya, Dam Dusun Cangaan memegang peranan penting dalam mendistribusikan air ke lahan-lahan pertanian di wilayah Desa Genteng Wetan dan sekitarnya. Jika air tercemar atau debitnya berkurang akibat sumbatan sampah, kualitas dan kuantitas pasokan air ke sawah warga terancam terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dusun Cangaan menyatakan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi guna mencari solusi jangka
panjang.
“Kami menyadari kendala ini dan terus berupaya mengedukasi warga. Ke depan, kami berharap ada sinergi dengan dinas terkait untuk melakukan pembersihan secara berkala sekaligus mencari formula penanganan sampah yang lebih efektif di area DAM,” terangnya saat dikonfirmasi via telepon.
Kini, warga berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang, baik berupa pengangkutan sampah secara rutin, pemasangan jaring pembatas sampah di hulu, hingga penegakan sanksi tegas bagi oknum yang terbukti sengaja membuang sampah ke aliran sungai demi menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi irigasi tetap optimal. Sumber berita: (Red Kurnia)




